Tergiur Umrah Murah

Tergiur Umrah Murah

  Rabu, 30 March 2016 09:36
DITANGKAP: Polisi mengamankan Ys (60), pelaku kasus penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah. Kasus penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah tersebut terungkap dari laporan salah satu korban yang telah menyetor uang keberangkatan kepada tersangka. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK -Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah. Pelaku adalah Ys ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Pontianak Timur. 

Wanita berusia 60 tahun itu berhasil menipu korbannya dengan janji memberangkat calon jemaah ke Arab Saudi dengan biaya yang murah, yakni hanya dengan membayar Rp13,5 juta. Para korban pun dibuat percaya karena tersangka mengaku sebagai perwakilan perusahaan travel haji dan umrah di Jakarta untuk Kalimantan Barat. 

Kapolresta Pontianak Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, kasus penipuan berkedok perjalanan ibadah tersebut terungkap dari laporan salah satu korban yang telah menyetor uang keberangkatan kepada tersangka. Namun, sampai batas waktu yang telah ditentukan korban tak kunjung berangkat. “Tersangka sebelumnya bekerja di travel perjalanan haji dan umrah, namun pada 2014 sudah berhenti,” kata Tubagus, Selasa (29/3). 

Dari laporan tersebut, lanjut dia, dilakukanlah penyelidikan untuk mencari bukti dan petunjuk, hingga akhirnya dilakukanlah penangkapan terhadap tersangka di sebuah rumah kontrakan di Pontianak Timur. “Dari proses penyelidikan hingga tersangka berhasil ditangkap, total sudah ada lima pengaduan korban penipuan yang masuk. Kemungkinan jumlah korbannya bertambah,” ucap Tubagus. 

Tubagus menjelaskan, modus tersangka, yaitu menghimpun dana masyarakat yang ingin berangkat umrah ke tanah suci. Biaya yang dikenakan untuk setiap calon jamaah terbilang murah, hanya sebesar Rp13,5 juta dari tarif pada umumnya. 

Uang yang telah diterima dari calon jemaah, dia menambahkan, tidak disetorkan tersangka kepada perusahaan tetapi uang digunakan untuk kepentingan pribadi. “Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku jika sudah setahun terakhir menjalankan bisnis umrah tersebut. Tidak hanya warga Pontianak tetapi juga ada calon jemaah dari daerah lain,” sambungnya. 

Tubagus menuturkan, bukti kuat yang ditemukan untuk membuktikan perbuatan tersangka yang saat ini sudah ditangan penyidik adalah kuitansi, paspor dan slip pembayaran. “Sesuai perbuatannya, tersangka terancam pidana penjara empat sampai lima tahun,” tegasnya. 

Tubagus mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai modus kejahatan. Jika ingin melaksanakan ibadah haji dan umroh lebih baik langsung mengecek ke kantor resmi, jangan menggunakan jasa orang ketiga. “Jangan tergiur dengan tarif murah yang ditawarkan, lebih baik langsung daftar ke travel resmi,” imbaunya. 

Tersangka, Ys berdalih jika dirinya tidak melakukan penipuan. Kalaupun ada calon jemaah umrah yang tidak berangkat sesuai dengan waktunya itu hanya karena ada permasalahan kecil. “Saya sudah berangkatkan 800 lebih jemaah dan tidak pernah ada masalah. Hanya 36 orang calon jemaah yang terkendala keberangkatannya,” dalih tersangka. 

Menurut tersangka, 36 calon jemaah yang belum berangkat itu, dikarenakan uangnya terpakai untuk menutupi biaya keberangkatan calon jemaah sebelumnya. “Saya itu salah meletakan harga untuk keberangkatan Rp13,5 juta. Itu kemurahan. Jadi saya harus nombok, sehingga uang jemaah terpakai,” ucapnya. 

Akan tetapi, dia menambahkan, dirinya sebenar sudah beritikad baik kepada calon jemaah yang keberangkatannya tertunda. Mereka akan berangkat jika uang yang disetorkan itu sudah dirinya lunaskan. “Saya harus menutupi yang kurang, tapi tidak bisa cepat karena saya juga tidak punya uang. Terus saya kasih solusi, kalau mau batalkan, saya akan kembalikan semua uangnya tapi nyicil,” tuturnya. (adg) 

Berita Terkait