Terbiasa dengan Teknologi

Terbiasa dengan Teknologi

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:05
MODERN: Menanam padi menggunakan mesin. ISTIMEWA

Berita Terkait

SAMBAS - Penerapan teknologi sudah seharusnya dalam rangka diterapkan dalam pertanian. Hal ini sebagai upaya peningkatan produktivitas petani di Kabupaten Sambas. Hal ini disampaikan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc ketika hadir dalam tanam perdana penggunaan mesin transplanter varietas unggul baru padi Demfarm Teknologi Jajar Legowo Super di Desa Pangkalan Kongsi, kecamatan Tebas.

“Sudah seyogyanya diberlakukan. Diharapkan dengan alih teknologi pada pertanian akan memberikan dampak yang signifikan bagi produksi dan produktivitas pertanian di Sambas,” kata Bupati Sambas.

Menurut orang nomor satu di Sambas, untuk menjadi petani yang berhasil. Harus membiasakan dengan teknologi. Lantaran, teknologi yang lahir di bidang pertanian dan diprogramkan oleh pemerintah memiliki kelebihan yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

Atbah juga mengingatkan, petani Sambas untuk menginfaqkan sebagian hasil pertanian masing-masing. “Insya Allah dengan menyisihkan sebagian hasil pertanian atau sebagian harta kita, membuat hasil yang kita peroleh menjadi berkah, dan insya Allah akan Allah tambah lagi di panen berikutnya, Allah jauhkan dari hama penyakit maupun masalah

lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut. Atbah juga mengaku senang bisa turun ke sawah. Terlebih dirinya merupakan anak dari orang tua yang juga petani dan dibesarkan dilingkungan pertanian. “Harus bangga jadi petani, saya berdoa agar petani Sambas ke depannya sukses dan menjadi kaya semuanya,” katanya.

BPTP Provinsi Kalimantan Barat menunjuk menunjuk Desa Pangkalan Kongsi Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas sebagai pilot project penerapan teknologi pertanian jajar legowo super atau jarwo super.

Dilokasi Kelompok Tani Tanjung Harapan 1 Desa Pangkalan Kongsi. Bupati menggelar tanam perdana menggunakan mesin transplanter varietas unggul baru padi Demfarm Teknologi Jajar Legowo Super. Atbah turun langsung ke lokasi sawah yang becek tanpa mengenakan sepatu lumpur. Dengan Caping atau penutup kepala khusus para petani.(fah)

Berita Terkait