Terbentur Sumber Air

Terbentur Sumber Air

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:37
JINAKKAN API: Petugas BPK Sambas dengan menyemprotkan air dari tangki, di mana dia berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Lubuk Lagak, Kecamatan Sambas, Sabtu (20/8). FAHROZI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Api Bakar Lahan Warga di Lubuk Lagak

SAMBAS – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sambas bersama dengan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Sambas, serta masyarakat, berjibaku memadamkan api yang membakar sekitar 400 meter persegi kebun milik warga Dusun Lubuk Dagang, Desa Lubuk Lagak, Kecamatan Sambas, Minggu (20/8).

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran sudah terjadi sejak pagi. Warga yang melihat pun sebetulnya telah melakukan upaya pemadaman. Hanya saja, kondisi lahan kering ditambah angin yang kencang menyebabkan api semakin membesar dan meluas.

Ketika sampai di lokasi kebakaran lahan, petugas BPK Sambas menghidupkan mesin pompa air, untuk menyedot air dalam tangki kendaraan mereka, demi melakukan pemadaman. Namun hingga beberapa jam setelahnya, api belum bisa mereka jinakkan. Kendaraan BPK pun kehabisan air. Lantaran belum padam, mereka pun mencari sumber air kembali, yang letaknya tak dekat dengan lokasi. Dalam jeda waktu tersebut, api kembali membesar, bahkan meluas hingga mendekati lahan terdekatnya.

“Seperti inilah kendala jika memadamkan api yang jauh dari sumber air. Sementara, tangki kita hanya satu dan itu pun kendaraannya sudah sangat tua. Dan ini kerap kita alami dalam sepuluh hari ini, yang telah terjadi lima kali kebakaran lahan,” kata sekretaris BPK Sambas, Yakob Pujana, Sabtu (20/8), saat turun langsung di lokasi kebakaran lahan.Dirinya juga sering meminta bantuan kepada PDAM Tirta Muare Ulakan, untuk mendatangkan air dalam rangka memadamkan kebakaran lahan.

Setelah mendapatkan air, sementara api telah meluas membakar lahan, akhirnya mereka melakukan penyambungan agar air yang disemprotkan bisa menjangkaunya. BPK bersama jajaran kepolisian, serta pihak terkait lainnya, terus berupaya agar api cepat padam. Namun, hingga siang hari, kepulan asap yang diperkirakan bersumber dari api yang di dalam tanah masih sangat jelas terlihat. Sesekali api pun keluar dan dan asap yang ditimbulkannya pun tebal.

“Lokasi ini, kalau tidak salah sudah dua kali (terbakar). Sementara yang kita padamkan sampai dengan Sabtu dinihari, yakni di Sepok Tanjung, sudah tiga kali terbakar dengan titik berbeda,” katanya.

Kepala Polsek (Kapolsek) Sambas Kota, Kompol Agus Riyanto, terlihat turun langsung memadamkan api. Begitu juga dengan beberapa anggotanya, sampai menggendong penyemprot ukuran kecil, untuk membantu pemadaman bersama dengan pihak lainnya. (fah)

Berita Terkait