Terbengkalai Dijarah

Terbengkalai Dijarah

  Selasa, 29 March 2016 10:07
ASET PEMDA: Warga Transrangkang Rusly memperlihatkan fasilitas bangunan kantor terbengkalai dijarah oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab. AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Salah satu aset bangunan milik pemerintah daerah terbengkalai di jarah oknum masyarakat di Komplek Kantor Bupati Bengkayang, Jalan Transrangkang, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang.

Bangunan milik pemda yang belum diketahui keperuntukannya tersebut di rusak. Sedangkan fasilitas di dalam bangunan seperti jaringan listrik, lampu dan saluran air dicuri orang tak dikenal.

Warga Trasrangkang Yulianus (23) mengatakan prihatin melihat bangunan gedung milik pemerintah daerah terbengkalai tanpa adanya pengawasan dan penjagaan dari pihak pemerintah terkait.

"Sayang bangunan ini tidak dimanfaatkan dan tidak dijaga dengan baik.  Akibatnya fasilitas yang tersedia dijarah orang yang tidak bertanggungjawab," ucap dia, kemarin (27/3) kepada media ini.

Dia menyampaikan pengrusakan dan penjarahan aset milik pemda ini tidak diketahui pelakunya dan kapan terjadinya. Sebelumnya bangunan perkantoran tetsebut sudah lengkap, tapi belum difungsikan dan dimanfaatkan dengan baik.

Ia mengungkapkan aset milik pemda yang terlantar masih banyak di Komplek Kantor Bupati Bengkayang. Diantaranya gedung olahraga, stadion olahraga, rumah Dinas Bupati Bengkayang dan Rumah Sakit Umum Daerah.

"Kami minta pemerintah daerah bisa melihat dan jangan menutup mata. Banyak bangunan kita yang terbengkalai tapi gagal untuk dimanfaatkan," tukasnya saat didamping Rusly selaku warga di Komplek Kantor Bupati Bengkayang.

Saat dikonfirmasi tentang adanya penjarahan salah satu aset milik Pemda, Kapolres Bengkayang AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, laporan masyarakat akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan terjun langsung kelapangan melihat situasi yang terjadi dilapangan di Komplek Kantor Bupati Bengkayang.

"Saya sudah sampaikan kepada Kasat Reskrim dan Kabag Ops Polres Bengkayang untuk melihat dan memeriksa langsung kejadian dilapangan," tegasnya kepada media ini.

Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Bengkayang Josua Sugara menambahkan, belum mengetahui nama bangunan Pemda yang dijarah oknum masyarakat

yang tidak bertanggungjawab tersebut. Pihaknya meminta agar intansi pemerintah terkait melaporkan langsung kejadian tersebut ke pihak kepolisian daerah.

"Seharusnya kejadian ini dilaporkan kepada intansi pemerintah terkait. Periksa di sekretariat daerah bangunan yang di jarah itu milik intansi mana. Supaya bisa ditindaklanjuti siapa pelakunya," terangnya.

Dia menuturkan penjarahan maupun pencurian aset pemda yang terlantar tidak hanya baru ini terjadi. Namun sudah pernah terjadi pada bangunan rumah sakit umum daerah yang terbengkalai tersebut. Hingga sekarang pelaku penjarahan fasilitas aset pemda tersebut belum diketahui siapa pelakunya.

Ia mengharapkan intansi pemerintah terkait bisa menempatkan satpam untuk menjaga aset milik pemerintah daerah. Seperti rumah sakit, gedung olahraga, stadion olahraga maupun aset pemda lainnya.

"Kita mau melaporkan kejadian seperti ini bagaimana? Kita mau memperbaikinya malah saya yang dilaporkan oleh LSM yang bukan-bukan. Jadi sulit bagi kita untuk memperbaiki yang sudah ada," imbuhnya saat di hubungi media ini. (Irn)

Berita Terkait