Terbang ke Rio dengan Kesempurnaan

Terbang ke Rio dengan Kesempurnaan

  Rabu, 3 Agustus 2016 10:34
LATIHAN: Carmelo Anthony (15) melepaskan tembakan melewati pelatih Mike Hopkins dalam sebuah sesi latihn di Mendenhall Center. Joshua Dahl-USA TODAY Sports

Berita Terkait

HOUSTON --Timnas basket Amerika Serikat (AS) berangkat ke Olimpiade Rio 2016 dengan kepala tegak. Carmelo Anthony dkk mengakhiri rangkaian eksibisi dengan sempurna. Dari lima pertandingan, tim USA tak kalah sekalipun. Di pertandingan terakhir yang berlangsung di Toyota Center kemarin, tim USA menumbangkan Nigeria 110-66.

 
Tidak seperti laga keempat saat menghadapi Venezuela (30/2), bintang-bintang USA kemarin tampil tokcer. Field goal mereka mencapai 53,9 % (41-76). Lebih baik dibanding saat menghadapi Venezuela. Di game eksibisi keempat itu mereka hanya membuat field goal 42,4% (28-66).

Enam pemain USA juga begitu produktif dengan mencetak double digit. Lagi-lagi berbeda dibanding saat mereka menghadapi Venezuela. Saat itu hanya dua orang dari para pemain USA yang mampu mencetak lebih dari sepuluh poin. Yakni Kyrie Irving dan Klay Thompson.

Kemarin Melo-sapaan akrab Carmelo Anthony jadi yang paling tokcer. Dia mengemas 19 poin. “Sebagai tim, kalian pasti  melihat kami sangat berbeda malam ini (kemarim, Red),” ucap pemain New York Knicks tersebut.

Thompson (17 poin), Kevin Durant (14 poin), DeMar DeRozan (13 poin), DeAndre Jordan, dan DeMarcus Cousins (masing-masing sepuluh poin) menjadi pemain lain yang juga mengemas double digit. Hasil ini membuat USA makin yakin mereka mampu  merebut emas untuk kali ketiga berturut-turut di Olimpiade.

“Kami berangkat besok malam (pagi ini, WIB). Dan semoga untuk medali emas,” ucap head coach USA Mike Krzyzewski dilansir ESPN.

Ada 12 negara yang bertarung di cabang olahraga basket di Olimpiade. Melo dkk tergabung di grup A. Bergabung dengan Prancis, Venezuela, Sebia, Tiongkok, dan Australia.

Hanya empat tim teratas yang akan diambil dan kembali beradu di babak knock out. Di laga pertama, USA ditantang Tiongkok (6/8). Pertandingan berlangsung di Carioca Arena 1.

“Kami tim yang penuh talenta. Tinggal bagaimana caranya menemukan ritme permainan yang pas,” ucap DeRozan. “Sekarang pertandingan dimulai dari gate pertama,” tambahnya

Nigeria sendiri berkumpul di grup B. Bersaing dengan Argentina, Spanyol, Brasil, Lithuania, dan Kroasia. Shooting guard Chamberlain Oguchi kemarin menjadi yang paling moncer dengan donasi 21 poin. Sayang itu masih tidak cukup mengimbangi talenta-talenta luar biasa USA.

“Sulit karena mereka punya transisi yang bagus,” ucap Will Voigt, head coach Nigeria. “Ketika kami sedikit saja menyediakan ruang kosong, mereka memakannya,” tambah Voigt.

Kemenangan ini membuat rekor pertandingan coach K-sapaan Krzyzewski selama melatih USA makin dahsyat. Kini dia punya rekor 80-1. Victory atas Nigeria ini adalah kemenangan ke-68 berturut-turut.

Sejauh ini, dari 17 kali penampilan USA di Olimpaide, 14 kali mereka merebut emas. Terhitung hanya di Olimpiade 1972, 1988, dan 2004 mereka gagal meraih emas. Di 1972 mereka meraih perak. Sementara di 1988 dan 2004 merengkuh perunggu. (irr)

Berita Terkait