Terbakarnya Rp8,4 Miliar Direkayasa

Terbakarnya Rp8,4 Miliar Direkayasa

  Rabu, 19 Oktober 2016 09:30
UANG: Polisi memperlihatkan tumpukan uang yang sudah berhasil dikumpulkan dengan nilai sekitar Rp6,5 miliar. Sisanya masih dalam pencarian.SUGENG ROHADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Satu Tersangka 

SANGGAU – Misteri di balik peristiwa terbakarnya uang dengan nilai miliaran rupiah di Sanggau, Senin (17/10)  mulai terkuak. Kejadian itu ternyata direkayasa, bukan sekadar kebakaran biasa. Kemarin, Polres Sanggau telah menetapkan seorang tersangka berinisial SP, bendahara KUD Tut Wuri Handayani.

Tersangka diduga melakukan rekayasa dalam kasus terbakarnya uang milik KUD senilai Rp8,4 miliar di dalam mobil bernomor polisi KB 761 D di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau itu. 

Seperti diberitakan, uang tersebut sedianya baru ditarik dari sebuah bank di Kota Sanggau. Uang itu rencananya akan dibawa oleh SP dan JA ke KUD. Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, saat dalam perjalanan, SP dan JA sempat berhenti untuk buang air kecil. 

Saat akan masuk kembali ke mobil, mereka melihat dari dalam mobil keluar asap, tepatnya dari kursi belakang. Mereka lantas bergegas membuka pintu belakang mobil dan melihat api. Mereka pun berusaha memadamkan api tersebut. Atas kejadian itu, keduanya langsung meminta bantuan warga setempat dan juga kepolisian. 

SP juga sempat mengontak HD, temannya di Sanggau agar segera datang ke tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan mobil guna membantu menderek. Kapolsek Mukok, AKP Weslan Panjaitan melihat adanya sejumlah kejanggalan dalam kronologis yang diutarakan oleh SP dan JA, sehingga meminta bantuan Sat Reskrim Polres Sanggau guna mengungkap kasus ini. 

Kedua orang itu, bersama dengan kendaraan dan juga uang kemudian dibawa ke Mapolres Sanggau untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian lalu melakukan briefing sebelum akhirnya bergerak melanjutkan penyelidikan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mukok, AKP Weslan Panjaitan.

Sekitar pukul 23.00, tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Bujang Malaka, Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas. Hasilnya, polisi menemukan uang dengan nilai Rp4,7 miliar yang disimpan di bawah kolong tempat tidur dan menemukan satu unit sepmot Yamaha Nmax. Tidak sampai di situ. Penggeledahan juga dilanjutkan di mobil yang digunakan oleh HD, teman dari SP. 

Dari situ ditemukan satu unit senjata air softgun dan uang senilai Rp100 juta. Untuk kepentingan penyelidikan, HD dan barang temuan tersebut dibawa ke Mapolres Sanggau.

Polisi sejauh ini telah menyita satu unit mobil KB 761 D warna hitam  dan uang tunai yang masih utuh Rp2.051.107.800, dan uang yang rusak terbakar Rp7.831.000. Kemudian, satu unit mobil KB 9755 DA warna silver berikut uang tunai Rp100 juta, Stempel KUD, serta satu pucuk senpi air softgun dari HD.

Waka Polres Sanggau, Komisaris Polisi Edwin Saleh mengapresiasi pengungkapan kasus ini oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Sanggau dan Polsek Mukok. Hanya dalam hitungan jam, tim yang dibentuk langsung bergerak dan mendapat perkembangan yang signifikan dari kasus yang sudah direncanakan sebelumnya itu.

Kompol Edwin Saleh mengatakan, jumlah uang yang sudah berhasil didapatkan berjumlah Rp6,5 miliar. Polisi saat ini masih mencari sisa uang lebih dari Rp1 miliar yang belum diketahui keberadaannya. Sementara itu, tersangka mengaku uang tersebut disimpan bersamaan dengan uang Rp4,7 miliar yang ditemukan polisi di rumah tersangka.

Edwin menambahkan, kepolisian sendiri masih terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang ditetapkan. Meski demikian, ia mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada tim yang sudah dibentuk.

Kepolisian juga tengah menimbang terhadap kasus kepemilikan senjata api air softgun oleh tersangka SP. Edwin mengatakan penanganannya juga akan dilakukan terpisah. “Iya nanti ditangani terpisah. Sekarang masih fokus dulu ke penggelapannya. Karena kan masih ada sisa uang yang harus dicari terlebih dahulu,” ujarnya. (sgg)

 

Berita Terkait