Terapkan Hazton, Targetkan 8 Ton Perhektare

Terapkan Hazton, Targetkan 8 Ton Perhektare

  Rabu, 11 November 2015 09:24
PENANAMAN PERDANA: Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Musanif, serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kalbar, saat melakukan tanam padi perdana metode Hazton di Desa Tebas Sungai, kemarin (10/11). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Kelompok Tani Dewi Sri Gapoktan Mekar Bersatu Desa Tebas Sungai melakukan gerakan tanam padi metode hazton di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Selasa (10/11). Metode tersebut diterapkan demi meningkatkan produksi padi di Kabupaten Sambas, khususnya di Kecamatan Tebas.Tahun ini, Kecamatan Tebas memperoleh program untuk implementasi metode hazton, dengan luas tanam 250 hektare (Ha). Penanaman ini sendiri tersebar di Desa Tebas Sungai dengan areal tanam 100 Ha, Desa Dungu Perapakan (50 Ha), Desa Pangkalan Kongsi (50 Ha), dan Desa Serumpun Buluh, 50 Ha. Di mana pengelolaannya dilaksanakan gapoktan di masing masing desa.

Hadir dalam kegiatan penanaman perdana tersebut, Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sambas Musanif, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Kalbar Heronimus Hero, Camat Tebas, serta Danramil Tebas. Kegiatan ini juga didukung PT Prima Agrotex, distributor pupuk non subsidi Marianto, PT Kenzo, Pomi Beka Agrodyk, dan anggota DPRD Kabupaten Sambas H Mulyadi.

Pola tanan metode hazton merupakan temuan inovatif dari dua putra daerah Kalbar, Hazairin dan Anton. Dimana Pola tanamnya yakni satu lubang ditanami 20-30 bibit padi. Keunggulan dari pola tanam ini yakni banyak menggunakan pupuk organik dan sedikit bahan kimia. Dengan metode ini, diharapkan banyak menghasilkan malay padi.

Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi mengungkapkan bagaimana petani merupakan pahlawan, terutama di bidang ekonomi. Dengan memanfaatkan momentum dialog dengan para petani tersebut, Juliarti meminta realisasi target produksi bisa dicapai semua kecamatan. Terlebih, dia menambahkan bahwa pemerintah telah merancang program dan kegiatan nyata mendukung agar Indonesia bisa kembali swasembada pangan. 

"Pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian, para petani, unit kerja terkait, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat yang telah mempercayai Kabupaten Sambas sebagai sasaran program dan kegiatan," tutur dia. Dia juga memastikan jika pemerintah akan terus berupaya, agar terjadi pembaharuan teknologi dalam meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya, disebutkan dia, dengan apa yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi dengan Gerakan Tanam Padi Teknologi Hazton. Di daerah Kubu Raya, diungkapkan dia bagaimana teknologi tersebut sangat mengembirakan, di mana rata-rata produksi padinya mencapai 12 hingga 15 ton perhektare. Sebelumnya Bupati bersama perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kalbar melakukan tanam padi perdana metode hazton di Kecamatan Tebas.

Sementara itu, mantri Tani Kecamatan Tebas, Suliati, berharap agar metode yang kali perdana dilaksanakan di Kecamatan Tebas tersebut, berhasil sesuai target rencana. Jika rata rata di Kecamatan Tebas memroduksi padi sebanyak 3,6 ton, dia berharap dengan metode hazton, jumlah produksi mencapai dua kali lipat. "Target produksi perhektare kita harapkan bisa mencapai 7 sampai dengan 8 ton. Syukur bisa lebih dari target," kata Suliati yang juga penyuluh pertanian Desa Tebas Sungai ini.

Bahkan ia menyatakan jika Kecamatan Tebas siap menyukseskan upsus pajale dan ingin menjadi lumbung beras terbesar di Kabupaten Sambas. Terlebih, dia menambahkan, luas lahan persawahan di Kecamatan Tebas merupakan yang kedua di Kabupaten Sambas setelah Teluk Keramat, dengan masa tanam dua kali setahun.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Mulyadi H Jantan, berharap agar para petani kompak. "Kompak (merupakan) kunci keberhasilan, mulai proses semak bibit, perlakuan tanaman, hingga pada hingga siap panen," pintanya.Selain itu, dia juga mengingatkan agar instansi terkait melakukan pembinaan dan pemantauan yang maksimal. "Petani butuh pembinaan, agar produksi bisa meningkat. Hal inilah yang perlu diperkuat," kata legislator daerah pemilihan Tebas tersebut. (har)

 

Berita Terkait