Tentara Sisir Kamp Eks Gafatar

Tentara Sisir Kamp Eks Gafatar

  Rabu, 10 February 2016 09:58
GAFATAR: Anggota TNI saat memperlihatkan dua buku dan satu Al-Quran di dalam lubang yang tertata rapi di Camp milik Eks Gafatr di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana. DANANG PARSETYO/Pontianak Post

Berita Terkait

 

SUKADANA-Dua buku dan satu Al Quran terjemahan di kamp milik warga eks Gerakan Fajar Nusatara (Gafatar) di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Brarat ditemukan oleh angota Babinsa Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kamis(4/2). Ketiganya tersimpan rapi di dalam lubang. Selain itu, di lubang tersebut juga pernah dijadikan tempat menyimpan senjata api laras panjang.

Kadua buku tersebut selain Al-Quran juga buku tentang Sejarah Tuhan Kisah 4.000 tahun penciptaan Tuhan dalam Agama-agama, penulis Karen Armstrong. Atlantis The Lost Containent Finally Found, penulis Prof Arysion Santos berikutnya Indonesia Tempat Lahir Peradapan Dunia. Dan Al-Quran terjemahan yang terdapat cap stempel SMU Muhammadiah 7 Palembang.Kopral satu anggota TNI Koramil Sukadana, Efendi yang merupakan Babinsa di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana mengatakan saat itu dirinya berserta masyarakat sedang melakukan penyisiran di kamp milik eks Gafatar setelah menerima instruksi dari atasannya. 

Setelah melakukan pengecekan kurang lebih selama dua jam sambung dia, ternyata menemukan lubang yang mencurigakan di bawah pemukiman. Dia juga menemukan peti berisi dua buku dan satu Al-Quran dengan kondisi telah tergenang air, dibalut dengan karung yang dimuat dalam kotak kayu. Sementara itu, pada Al-Quran terdapat kolom-kolom yang telah ditandai pemilik yaitu mengenai jihad.

“Berawal dari instruksi itulah, saya melakukan penyisiran di lokasi tersebut bersama masyarakat. Ternyata setelah melakukan penyisiaran kita menemukan lubang yang mecurigakan. Setelah dicek terdapat buku yang telah dibugkus dengan karung. Ditemukanlah tiga buku tersebut. Yang sebelumnya berdasarkan informasi dulunya tempat tersebut untuk solar cell warga. Memilik memiliki lebar 60 cm, panjang 80 sampai 90 cm, dan dalam 80 cm,’’ terang Effendy yang pernah bertugas di Aceh selama satu tahun, Selasa (9/2) di Koramil Sukadana.

Selain itu, sebenarnya ada menemukan catatan terkait kegiatan belajar home schooling yang diterapkan kepada anak-anak mereka (Eks Gafatar). Namun kondisinya sudah tidak dapat dibaca dengan jelas. “Sekilas saya lihat, jika digabungkan menjadi satu, ada terbaca tentang kelanjutan-kelanjutan kegiatan belajar mengajar di camp mereka. Namun sayang kondisinya tidak dapat dibaca semua,”terang Effendi.

Namun, menurut dia dan masyarakat yang ikut membantu dalam penyisiran lokasi camp milik Eks Gafatar di Dusun Segua, Kecamatan Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, diduga  untuk sementara dengan melihat bentuk, dan ukuran lubang yang tertata rapi dengan kotak yang terbuat dari papan juga pernah menjadi tempat untuk menyimpan senjata api laras panjang.“Untuk sementara saya masih sebatas menduga. Jika kotak tersebut pernah terdapat senjata api. Karena melihat kotak tersebut, sebelumnya pernah untuk meyimpan berbagi barang penting milik Eks Gafatar seperti, senjata, bendera, laptop dan berbagai dokumen lainnya. Selain itu, di sekitar lubang tersebut terdapat banyak jejak kaki,”ujar Kopral Effendi.

Hal ini juga, tentunya tidak lepas dari pengalaman diriya ketika bertugas di Aceh. Yang menemukan senjata api  milik Gerakan Aceh Merdeka, didalam lubang persis yang ada di camp Eks Gafatar di Dusun Segua tersebut. “Naluri saya juga mengarah ke sana. Jika tempat tersebut pernah dijadikan tempat untuk meyimpan senjata api. Karena pada saat saya bertugas di Aceh. Bentuknya sama persis ketika saya menemukan senjata milik Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Apa lagi di Dusun Segua itu, kondisi lubangnya diatasnya terdapat kursi untuk menutupi lubang tersebut. Hal itu menambah kecurigaan,” terang Effendi.

Sementara itu, Brigadir Polisi Zainal Mutakhir, Babinkamtibmas, dusun yang sama,  menjelaskan untuk saat ini senjata api belum ditemukan. Namun hanya di temukan berupa buku-buku, kitab, tafsir, yang berserakan di ruangan kamar pemukiman eks Gafatar. “Jika mengenai kotak yang terdapat di bawah kolong permukiman warga Eks Gafatar itu, kotak tersebut tempat untuk meyimpan solar cell.  Pada saat dievakusi dan ditampung di Sukadana, mereka pun kembali untuk mengambil solar cell tersebut,”terang Zainal.

Sedangkan untuk tempat penemuan bulu tersebut, sambung dia, yang ditemukan oleh anggota TNI berada di bawah kamp ketua dua Eks Gafatar sodara Daud. Tetapi memang disitu juga pernah menjadi tempat penyimpanan aki, solar call, dan lainnya.“Untuk buku tersebut ditemukan dibawah camp milik ketua dua, Eks Gafatar,”tutupnya. (dan)

Berita Terkait