Tenggelam Dihajar Ombak

Tenggelam Dihajar Ombak

  Kamis, 21 April 2016 09:00
PENCARIAN: Petugas penyelamat sedang mencari keterangan dari seorang nelayan dalam pencarian korban tenggelamnya kapal tugboat, Rabu (20/4). ISTIMEWA yang dikabarkan hilang. PENCARIAN: Petugas penyelamat sedang mencari keterangan dari seorang nelayan dalam pencarian korban tenggelamnya kapal tugboat, Rabu (20/4).ISTIMEWA yang dikabarkan hilang. PENCARIAN: Petugas penyelamat sedang mencari keterangan dari seorang nelayan dalam pencarian korban tenggelamnya kapal tugboat, Rabu (20/4). ISTIMEWA

Berita Terkait

Empat ABK Masih Dalam Pencarian

PONTIANAK – Tenggelamnya kapal Tugboat Karya Makmur Abadi II di perairan muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, Selasa (19/4) lalu diduga karena cuaca buruk. Hingga Rabu malam, empat anak buah kapal (ABK) yang hilang masih belum ditemukan. 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak, Gunung Hutapea memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik. Dugaan sementara tenggelamnya KM Abadi II akibat cuaca buruk. “Cuaca saat kejadian kurang baik. Sisi teknis tidak ada masalah,” kata Hutapea, Rabu (20/4)..

Tugboat yang dinakhodai Tino Herdianto itu berangkat dari pelabuhan Dwikora Pontianak menuju Jungkat pada Selasa sekitar pukul 05.00. Rencananya, kapal itu akan membantu menggandeng kapal Sahabat Kapuas Mandiri yang datang dari Pelabuhan Tanjung Priok untuk memasuki alur pelayaran Sungai Kapuas. “Kapal itu mau membantu kapal perusahaan yang mengalami kendala,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, KSOP Pontianak, Miftakhul Hadi.

Sekitar pukul 08.30 terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang. Tingginya ombak dan kencangnya angin membuat kapal miring. Saat terkena ombak besar di bagian buritan kapal, nakhoda tidak bisa mengendalikan kapal sehingga akhirnya tenggelam. “Saat itu awak kapal tidak mengenakan pelampung,” ujarnya.  

Setengah jam setelah kejadian, KSOP langsung memerintahkan kapal patroli bergerak memberikan bantuan pencarian kepada empat ABK yang dikabarkan hilang. “Dua selamat, dibantu nelayan,” kata Hadi.

Dua ABK yang dinyatakan selamat yaitu Edo (26) dan Jimmy (27). Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti, Pontianak, dan sudah kembali ke rumah. Pencarian evakuasi yang dilakukan pada malam hari dinilai kurang efektif. Tim kemudian diinstruksikan kembali ke Darmaga Pandu Muara Jungkat. 

Untuk memudahkan koordinasi, KSOP menyediakan Posko Penanganan Kecelakaan TB. Karya Makmur Abadi II. Dia juga memastikan, jika kecelakaan ini tidak membuat alur pelayaran terganggu.“Posko penanganan biasanya satu minggu. Jika memang diperlukan, akan ditambah,” ujarnya. 

Kerahkan Puluhan Penyelamat

Sejak pagi kemarin, sejumlah tim dari Basarnas Pontianak, KSOP, Polisi Perairan Polda Kalbar, dan TNI AU mengerahkan personelnya untuk menyisir perairan sesuai yang tertera di titik koordinat. Yakni pada posisi 00'-01'.00n/109'-01'.00 e. 7 mil selatan Buoy luar Sungai Kapuas Pontianak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, sebanyak 97 personel bergerak menyisir perairan Tanjung Saleh, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya. Kurang tepatnya titik koordinat menjadi kendala pencarian empat ABK yang hilang, sehingga menyulitkan penemuan lokasi tenggelamnya kapal. 

Apalagi ABK yang selamat belum memberikan informasi secara detail mengenai kronologi tenggelamnya kapal tersebut. Padahal, dua orang ABK itu kabarnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti, bahkan sudah diperbolehkan pulang. 

Selain kesulitan memastikan titik koordinat, tim juga dihadang cuaca buruk. Dari sejumlah kapal yang melakukan penyisiran, kapal KNP 322 tampak bersandar di pos di muara Jungkat. Kapal tersebut terpaksa mengurungkan pelayaran disebabkan GPS rusak sehingga tidak bisa menerima sinyal satelit.

Informasi terakhir yang diterima Pontianak Post hingga Rabu malam, lima kapal pencarian bersandar di Jungkat. Humas SAR Pontianak Untung Supriadi mengatakan, pencarian terhadap keempat korban Tugboat Karya Makmur Abadi terus dilakukan Tim SAR gabungan. “Hari ini (kemarin) luas area pencarian korban mencapai 16 NM. Kami terus berupaya menemukan para korban,” ujarnya. (gus)

 

Berita Terkait