Tenggak Racun di Kebun Kelapa

Tenggak Racun di Kebun Kelapa

  Kamis, 30 June 2016 09:59
TERGOLEK: Korban saat ditemukan tergolek di kebun kelapa. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH - Warga Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh dihebohkan dengan penemuan mayat di sebuah kebun kelapa di Rt 001/001, Selasa (28/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

Terungkap, identitas mayat tak lain warga setempat yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus pencabulan. Korban tewas bernama Angga Firmansyah, 32 warga Rt 001 Rw 001 Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh. Diduga, korban tewas setelah menenggak sebotol racun merek Furadan.

Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol. Florentus Situngkir membenarkan kasus temuan mayat warga Desa Sungai Rasau itu. Menurut Kapolsek, mayat pertama kali ditemukan oleh Widia, 14 yang tak lain keponakan korban. Ketika itu, Widi yang juga pelajar salah satu SMP di Sungai Pinyuh itu berniat mengambil ternak kambing miliknya yang ditambat di kebun kelapa milik Husin.

Ketika menuju ke tempatnya menambatkan ternak kambing, langkah kaki Widi terhenti setelah melihat sesosok tubuh manusia tanpa mengenakan baju. Pertama kali ditemukan, mayat korban dalam posisi terlungkup dibawah pohon kelapa. Kontan saja, Widi pun ketakutan dengan temuan sesosok tubuh yang sudah terbaring kaku disemak-semak kebun kelapa dengan mengenakan celana panjang berwarna hitam itu.

Widi lantas pulang kerumah dan menyampaikan apa yang dilihatnya kepada Yudi yang juga abang korban. Mendapatkan informasi itu, Yudi pun bergegas menuju ke TKP dan melihat kondisi korban. Benar saja, Yudi mendapatkan korban sudah tidak bernyawa dengan mulut berbusa seperti ciri kebanyakan korban tewas menenggak racun.

Dugaan korban tewas menenggak racun lantaran disamping tubuhnya ditemukan sebuah botol bertuliskan Furadan. Furadan sendiri merupakan insektisida yang kerap digunakan para petani untuk mengendalikan hama tanaman. Racun tersebut akan sangat mematikan jika dikonsumsi oleh manusia.

Kabar penemuan mayat itu pun menyebar luas dikalangan masyarakat. Dalam waktu singkat, warga berdatangan ke TKP untuk melihat secara dekat kondisi korban. Polisi yang mendapatkan kabar temuan mayat itu bergegas mendatangi TKP. Polisi dibantu warga dan pihak keluarga lantas melakukan evakuasi. Mayat korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk divisum.

 “Disekitar tubuh mayat, kami ditemukan sebuah botol bening berisikan cairan berwarna ungu. Kemudian, pada bagian mulut korban juga mengeluarkan busa. Dugaan sementara, korban tewas bunuh diri akibat meminum racun,” tutur Kapolsek.

Namun, Kapolsek mengaku pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum dari Puskesmas Sungai Pinyuh.

 “Hasil visum tersebut nanti akan kita cocokan dengan keterangan sejumlah saksi maupun bukti-bukti yang ada di TKP. Dari situlah nanti akan kita simpulkan penyebab dari kematian korban ini. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan dan TKP sudah dipasangi police line,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait