Temukan Beberapa Produk Kedaluwarsa

Temukan Beberapa Produk Kedaluwarsa

  Minggu, 17 December 2017 12:39
Tim gabungan dari Dinkes Kubu Raya, BPOM dan sejumlah pihak terkait menggelar sidak di pasar tradisional dan swalayan Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Masih minimnya pengetahuan sebagian pedagang mengenai kelayakan produk yang dijual mengundang perhatian sejumlah pihak. Wajar jika Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan, BPOM dan sejumlah pihak terkait terus melakukan pengawasan terhadap beragam produk yang dijual di pasaran.
Misalnya saja, penjual jamu kemasan di Pasar Keramat Desa Kuala Dua, Hamidah yang mengaku tidak mengetahui secara rinci dari mana asal pabrik dan produsen beberapa jamu kemasan yang dijualnya. “Waktu itu saya, ditawari sales jamu, karena melihat khasiat dan harganya relatif terjangkau makanya saya beli untuk di jual kembali,” jelasnya.
Hamidah pun mengaku belum paham melihat mengetahui kelayakan jamu kemasan yang belum atau sudah terdaftar di BPOM. “Yang saya lihat saat membeli dari sales, yakni kemasannya baik, khasiatnya juga baiik dan ada tulisan BPOM nya ternyata setelah di sidak juga ada beberapa produk yang ada tulisan BPOM nya tapi masih belum terdaftar,” jelasnya.
Kepala seksi BPOM Pontianak, Berthin Hendry Dunard mengakui setelah melakukan sidak dibeberapa titik pasar Kubu Raya, masih kami temukan beberapa pedagang yang tidak mengetahui produk yang dijual belum terdata di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Tidak hanya belum mengetahui cara membedakan mana produk yang telah terdaftar di BPOM dan layak untuk di jual, terkadang juga kami temukan ada oknum pedagang yang sudah tahu, namun sengaja menjual barang yang sudah tak layak konsumsi atau kedaluwarsa,” kata Berthin.
Karenanya lanjut Berthin, sangat penting bagi pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan sejumlah dinas lainnya memberikan sosialisasi dan edukasi sekaligus mengingatkan para pedagang untuk bisa lebih teliti dan peduli untuk menjual barang-barang terutama yang dikonsumsi masyarakat.
Kata Bertin, biasnya setiap produk yang layak dijual seperti jamu, sudah tertera kode Pom TR nya, namun belakangan, memang banyak ditemukan ada beberapa produk yang tertera kode POM TR, namun illegal atau memang tidak terdaftar dalam BPOM. “Makanya tadi saya ajarkan kesejumlah pedagang untuk mengecek kode produk menggunakan aplikasi android Cek BPOM atau ke website BPOM,” jelasnya. Di dalam aplikasi tersebut lanjutanya bisa dilihar nomor regitrasi produk, perusahaan yang memproduksi dan sejenisnya.
Selain itu Berthins juga mengimbau ke setiap pedagang agar bisa membeli produk dari agen atau produsen yang jelas atau legal. Sehingga jika sewaktu-wsatu terjada komplain atau kasus dari konsumen bisa segera ditindak lanjuti.
Selain ke sejumlah di pasar, tradisional pada hari yang sama, Dinas Kesehatan Kubu Raya juga turut melakukan sidak di sejumlah swalayan, atau supermarket, di beberapa titik di pusat ibu kota kabupaten Kubu Raya.
Di pasar tradisional seendiri, beberapa jenis makanan seperti sosis, mie, tahu dan bakso setelah dilakukan uji labioratorium dinilai layak untuk dijual, Sedangkan dibeberapa toko termasuk swlayan ditemukan beberapa makanan dan minuman siap saji yang kedaluwarsa.
“Ada beberapa makanan dan minuman siap saji yang tadi kedaluawarsa, makanya langsung kami amankan untuk dimusnahkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani.
Beberapa makanan dan minuman siap saji yang kedaluwarsa seperti mie instan, minuman kaleng, ikan sarden, susu dan makanan bayi dan sejumlah produk lainnya. Berli menerangkan, inspeksi mendadak ini, bisa dibilang merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya dengan tujuan untuk mengawasi sejauh mana para pedagang di Kubu Raya menjaga kelayakan semua barang-barang yang di jual ke konsumen, terutama barang berupa makanan dan minuman siap saji.
Selain sidak jelang hari raya, kata Berli secra rutin pihaknya juga bekerjasama dengan balai POM untuk memantau kelayakan barang-barang yang dijual disetiap toko, swalayan dan pusat perbelanjaan lainnya. “Untuk kegiatan sidak seperti yang kami lakukan sekarang, juga akan dilakukan secara bersamaaan hingga ke tingkat Puskesmas disemua wilayah Kubu Raya,” jelasnya.
Berli melihat pemantauan secara berkelanjutan terhadap semua barang-barang yang dijual di pusat perbelanjaan penting dilakukan, lantaran hingag sekarang, masih banyak ditemukan oknum pedagang yang terkesan tidak peduli dengan kelayakan barang yang dijual. “Walau oknum pedaganga in tahu barang diijual sudah kedaluarsa karena ingin untung, biasanya mereka pura-pura tidak tahu. Kalau konsumen tidak jeli, tentunya akan merugi, karena sudah membeli barang yang tidak layak konsumsi,” jelasnya.
Agar tidak mudah tertipu, Berli pun turut mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan teliti saat akan membeli produk terutama makanan dan minuman. “Sebelum membeli, sebagia konsumen idealnys cek dulu tanggal kedaluwarsa setiap barang yang dijual, kalau memang sudah lewat atau kedaluarsa jangan dibeli,” jelasnya.
Berli juga mengimbau setiap pedagang untuk lebih peduli dan disiplin menjual beragam produk. “Kalau memang sudah kedaluwarsa jangan dijual,” tegasnya.
Jika setelah diberikan sosialiasi dan imbauan masih terdapat oknum pedagang yang menjual barang-barang kedaluarsa atau tidak layak konsumsi, maka pemerintah daerah setempat tidak akan segan memberikan sanki tegas bagi oknum pedagang yang bersangkutan. (ash)

Berita Terkait