Temukan 26 Hotspot

Temukan 26 Hotspot

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30
KARHUTLA: Heli memadamkan kebakaran hutan di Bengkalis, Riau.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Hujan ringan yang turun merata di bumi Uncak Kapuas dalam beberapa hari ini telah mengurangi titik panas di daerah ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Pangsuma Putussibau mencatat, tanggal 30 Agustus 2016, hingga 06.00 Wib, menemukan 26 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang tersebar dibeberapa daerah kecamatan.

“Di Bika ada 6 titik, Bunut Hulu 1 titik, Embaloh Hulu 1 titik, Hulu Kapuas Kecamatan Putussibau Selatan 4 titik, Kalis ada 5 titik, Mentebah 2 titik, Putussibau Utara 6 titik dan Suhaid 1 titik,” terang Forecaster BMKG Putussibau Unggul Eka S, Selasa (30/8). Dijelaskannya, data tersebut diperoleh melalui citera satelit sensor modis yang dihimpun setiap hari oleh petugas yang lakukan pematauan.

Untuk itu, kata Eka lagi, data tersebut sangat mungkin terjadi perubahan setiap harinya.

“Sistem kami per hari, karena kalau pakai sistem bulanan tak relevan dengan kondisi yang ada,” kata Eka.

Terpisah, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK mengatakan, Senin (29/8) kemarin pihaknya ada lakukan pemadaman api di dua titik di Kecamatan Putussibau Selatan dengan luas areal hampir satu hektare.

"Areal itu dibakar oleh masyarakat yang digunakan untuk berladang. Setelah sampai kesana kami melakukan pemadaman," ucapnya.

Sejauh ini kata Kapolres, belum ada masyarakat pembakar lahan yang diproses, pihaknya baru melakukan penyelidikan terhadap pembakaran. Pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat luasnya tak mencapai satu hektar dan lahan itu  bukanlah lahan gambut.

Kapolres mengimbau kepada seluruh warga di daerah ini tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Pola buka lahan praktis sebaiknya ditinggalkan, selain melanggar aturan juga bisa mengakibatkan kebakaran yang cukup luas dan merugikan masyarakat," terangnya.

Dia berjanji akan menugaskan personelnya untukmenggencarkan kegiatan sosialisasi kemasyarakat sebagai upaya pencegahan dini.

Selain bertatap muka langsung dengan warga dan kelompok masyarakat, terang Sudarmin, pihaknya juga menyampaikan melalui media spanduk, baliho dan media masa juga akan terus dilakukan.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau, lahan mudah terbakar. Jika sudah luas, sulit memadamkannya. Saya mengharapkan kesadaran masyarakat, bersama-sama menjaga Karhutal,” tutur Kaporles. (aan)

Berita Terkait