Temukan 18 Kantong Dokumen Dikubur, Gafatar tidak Dibubarkan

Temukan 18 Kantong Dokumen Dikubur, Gafatar tidak Dibubarkan

  Senin, 8 February 2016 09:19
DOKUMEN GAFATAR: Ratusan buku dan dokumen Gafatar dikumpulkan di Makodim 1203 Ketapang setelah ditemukan terkubur di dekat kamp eks Gafatar di Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, kemarin (7/2). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Setelah berhasil menemukan dokumen dan buku yang dikubur oleh eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, beberapa waktu lalu, dokumen dan buku milik pengikut Gafatar kembali ditemukan. Kali ini barang-barang tersebut terkubur di Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, yang ditemukan pada Sabtu dan Minggu (6 – 7/2). Penemuan ini semakin menguatkan dugaan masyarakat di mana bubarnya Gafatar hanya formalitas.

Dokumen dan buku yang ditemukan di Benua Kayong tersebut hampir sama dengan yang ditemukan di Muara Pawan. Jajaran Muspika Benua Kayong menemukan 18 kantong plastik hitam yang berisikan buku-buku serta atribut Gafatar, yang sengaja dikubur oleh anggota Gafatar di dekat tempat tinggal mereka.

Camat Benua Kayong, Nuryono, mengatakan, penyisiran kamp eks Gafatar dilakukan pada Sabtu dan Minggu (6 – 7/2). Penyisiran tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari penemuan berkas dan buku di Desa Sukamaju beberapa hari lalu. Hasil dari penyisiran tersebut cukup mencengangkan. Sebanyak 18 kantong ditemukan terkubur bersama buku dan dokumen milik pengikut Gafatar.

Ia menjelaskan, penyisiran yang diikuti oleh Muspika Benua Kayong dimulai pada Sabtu (6/2) lalu. "Penyisiran pertama ditemukan 17 kantong plastik di Dusun Melate, Desa Sukabaru, yang terkubur di dua lubang. Lubang pertama terdapat 12 kantong plastik dan lubang kedua kita temukan lima kantong plastik," katanya, kemarin (7/2).

Didampingi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) dan Komandan Rayon Militer (Danramil), Nuryono menjelaskan jika 17 kantong tersebut berisi buku-buku keagamaan, seperti buku teologi Abraham mengenai membangun kesatuan iman Yahudi, Kristen dan Islam. Kemudian buku Ahmad Mushaddeq dan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, kartu peserta Rakenas DPP Gafatar, Kartu Anggota Gafatar, baju-baju berlambang Gafatar, serta banner Gafatar. "Yang 17 kantong sudah diserahkan ke Polres Ketapang," kata dia.

Sementara itu, penyisiran kembali dilakukan pada kemarin (7/2) di Dusun Tanjung Beras Basah, Desa Sukabaru, dan kembali menemukan satu kantong plastik yang dikubur. Isinya juga sama, berisi buku-buku dan dokumen. Dengan demikian, terdapat 18 kantong plastik yang ditemukan. "Kita masih akan melakukan penyisiran. Barang-barang yang kita temukan akan dibuatkan berita acara dan diserahkan ke Polres Ketapang," ungkapnya.

Pihak Kecamatan Benua Kayong mencatat terdapat 108 jiwa eks Gafatar yang tersebar di tiga titik, yakni di Kelurahan Kauman dan dua titik di Desa Sukabaru. "Tentu kita tidak menyangka mereka menyembunyikan barang-barang berbau Gafatar ke dalam tanah. Awalnya mereka datang mengaku insaf dan sebagainya. Dengan ditemukannya hal seperti ini, tentu membuat masyarakat merasa dibohongi dan bertanya-tanya kenapa mereka sampai mengubur barang-barang tersebut?" paparnya.

Komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang, Letnan Kolonel (Inf) Saud Edward Tampubolon melalui Pasi Intel Kapten Saudi, menduga jika para pendatang yang mengaku sebagai eks Gafatar tersebut masih aktif sebagai anggota Gafatar. Kecurigaan tersebut, menurut dia, dapat dilihat dari banyaknya temuan tentang buku dan dokumen yang berbau Gafatar.

"Jika kita melihat barang-barang mereka yang dikubur di dalam tanah yang berhasil di temukan, mereka bukan eks Gafatar, tapi masih aktif sebagai anggota Gafatar," tegasnya.

Bungkusan yang ditemukan di Benua Kayong tersebut pun langsung dibongkar di Makodim 1203 Ketapang. Di dalamnya terdapat ratusan buku mengenai organisasi Gafatar, kartu anggota Gafatar, dan buku mengenai ajaran Gafatar. "Ada seratus lebih baju bertulis Gafatar, banner berisikan visi-misi Gafatar, pin Gafatar, 59 tabloid Gafatar, dua buku Rakernas DPP Gafatar 2015, dan buku-buku terkait keagamaan lainnya," jelasnya.

Sementara itu, tim gabungan dari Polres, TNI, Gegana Brimob Polda Kalbar, dan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, kembali melakukan penyisiran di beberapa lokasi di Sukamaju pada Jumat (5/2). Termasuk di antaranya rumah yang dikontrak eks Gafatar. Dalam penyisiran tersebut, tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 30 orang tidak menemukan barang-barang milik Gafatar.

Kapolsek Muara Pawan, Ipda Bambang, mengungkapkan, dalam penyisiran di beberapa tempat barak dan rumah kontrakan, tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda adanya barang-barang yang ditanam di area pemukiman eks Gafatar. "Kita juga dibantu tim Gegana Brimob Polda Kalbar yang menggunakan alat berupa sensor deteksi untuk mengetahui tanda-tanda barang yang ditanam di dalam tanah," katanya.

Hampir semua lokasi tempat pemukiman eks anggota Gafatar diperiksa, mulai dari rumah, halaman, kebun, dan parit kecil. Namun pihaknya tidak menemukan satu pun barang milik anggota Gafatar. (afi)

Berita Terkait