Tembak Kaki Bandit Jalanan

Tembak Kaki Bandit Jalanan

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Setelah beraksi pada lebih dari empat lokasi, aksi kejahatan yang dilakukan Syarif Fauji Asegap berakhir. Ia berhasil ditangkap polisi di Kampung Dalam Bugis, Pontianak pada Senin (1/8). 

Tak mudah bagi polisi untuk mengetahui keberadaan tersangka. Polisi harus melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan untuk mendapatkan identitas dan ciri-ciri tersangka, hingga akhirnya diperoleh identitasnya dan dari informasi ia sedang berada di kampung seberang. 

Polisi yang tak ingin target operasi lepas langsung melakukan pengejaran ke lokasi keberadaan tersangka. Benar saja di sebuah rumah tersangka berhasil ditemukan, namun yang bersangkutan mampu melarikan diri dari kejaran. 

Para anggota pun harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mengejar, sambil berlari sesekali tembakan peringatan dilepaskan untuk menghentikan langkah tersangka. Namun apa ada daya, tembakan peringatan itu tak diindahkan, sehingga tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan dilepas. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean membeberkan rekam jejak kejahatan tersangka berdasarkan laporan yang masuk, yakni di Jalan Prof M Yamin, Pontianak didekat sebuah toko baju tersangka bersama temannya Aris yang telah mendekam di penjara mencuri satu unit telepon genggam, lalu di Jalan Imam Bonjol, Pontianak melakukan aksi pencurian dengan kekerasan sebanyak tiga kali. Selanjutnya di Jalan Abdurrahman Saleh, Pontianak sebanyak lima kali melakukan aksi kejahatan jalanan dan di Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan namun tak berhasil. 

Lalu, lanjut Andi Yul, berdasarkan laporan 31 Mei 2016, tersangka merampas tas pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Sei Raya, Pontianak Tenggara atau depan Rumah Sakit Anugerah Bunda, dua unit telepon genggam dompet yang berisikan uang tunai Rp250 ribu dan surat-surat penting lainnya berhasil dirampas tersangka. 

“Masih akan kami dalami kasus kejahatan lainnya yang diduga melibatkan tersangka, sejauh ini sudah lebih dari sepuluh TKP yang diakui,” kata Andi Yul, Senin (1/8). 

Andi Yul membenarkan, jika tersangka saat ditangkap terpaksa ditembak di arah kaki, lantaran berusaha melawan dan melarikan diri. “Cukup lama kami melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya keberadaan tersangka berhasil diketahui. Dan saat ditangkap, melawan, sehingga anggota saya yang sempat melepaskan tembakan peringatan akhirnya mengarahkan tembakan ke kaki untuk melumpuhkan tersangka,” terangnya. 

Andi Yul menegaskan, kepada tersangka akan dikenakan pasal 365 dengan ancaman pidana penjara selama sembilan tahun. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada khsusunya perempuan yang kerap menjadi target,” imbaunya.(adg)

Berita Terkait