Teman Setelah Ajal Hanya Amal Saleh

Teman Setelah Ajal Hanya Amal Saleh

  Jumat, 29 January 2016 08:34   1

Oleh: Uti Konsen.U.M. Rasul Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda Seseorang ketika meninggal akan diiringi oleh tiga hal : keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua yang pertama akan kembali pulang, dan satu yang terakhir yang akan terus menemaninya.  Keluarganya dan hartanya pulang, dan amalnyalah yang tetap menemaninya. “

Kemudian dalam hadis lain Beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam mengingatkan “ Semua manusia dibangkitkan sesuai dengan amal yang ia kerjakan saat ia meninggal “.Dalam hadis dikatakan, kelak ketika dibangkitkan maka kita akan dipanggil dengan amalan yang istiqamah kita lakukan semasa di dunia.Bagi ahli tahajjud dipanggil “ Al Mutahhajjid “.  Orang yang gemar bersedekah, dipanggil dengan “ Ahlul Sidqah “. Yang istiqamah membaca Al Quran, di panggil dengan “ Ahlu Quran “. Ahli salat dhuha dipanggil dengan “ Ahlul Dhuha “.Yang senang berpuasa sunnah dipanggil dengan “ Ahlil siyam “ demikian  seterusnya.

Terkait istiqamah, Syaikhul islam Ibnu Taymiyyah menulis “ Seharusnya kita akan lebih takjub dan heran bila kita mendapati seseorang yang mampu memegang istiqamah dan memiliki keistimewaan salat tahajjud secara kontinyu. Kita tidak usaha heran bila orang tersebut akan memiliki karamah – karamah yang luar biasa.”

Terhadap seseorang yang mampu istiqamah dalam beramal saleh, maka  Allah Subhanahu wata’ala  memberikan karunia ,antara lain seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam “ Tidaklah seseorang yang memiliki kebiasaan salat di waktu malam, lalu dikalahkan oleh tidur atau sakit, kecuali dicatat baginya pahala salat. Dan tidurnya menjadi sedekah dari Allah baginya “ ( Dari Aisyah Radhiayyalahu ‘Anha). “ Jika seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala perbuatan yang biasa dia lakukan ketika mukim dan sehat.” ( Dari Aisyah Radhiayyalahu ‘Anha).

Ibnul Al Jauziyah berkata “ Ketaatan merupakan benteng terbesar, benteng Allah teragung. Siapapun yang memasukinya akan aman dari hukuman dunia dan akhirat. Barangsiapa takut kepada Allah maka ketakutan itu akan berubah menjadi rasa aman. Ringkasnya ketaatan membawa kedekatan kepada Allah. Semakin dekat seseorang dengan Allah, semakin kuatlah rasa gembira dan sukacitanya.” Salah satu bentuk nikmat Allah kepada seorang hamba yang berbuat taat adalah namanya dimuliakan di dua alam dan kedudukannya ditinggikan. Allah mengkhusukan bagi para Nabi dan Rasul-Nya kedudukan yang tidak diberikan kepada orang lain. Antara lain simak Shad 56-46. Allah Subhanahu wata’ala mengistimewakan mereka dengan suatu kekhususan, yaitu dikenang dan menjadi buah tutur yang baik di dunia. Dalam surah Asy-Syu’ara 84, Nabi Ibrahim Alaihissalam berdoa “ Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang ( yang datang ) kemudian “.

Subhanallah. Jangankan ketika saat sakratil maut, di dalam kubur dan di hari penghisaban, sedangkan ketika seseorang tengah  dirawat  di ruang ICU di Rumah Sakit, harta atau  keluarga yang sangat dicintainya dan mencintainya, sama sekali tidak bisa menolong.Karena itu Abu Dzar Al Ghifar  salah seorang sahabat utama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berpesan “ Wahai manusia aku menasehati kalian karena aku sangat peduli kepada kalian. Rajinlah mengerjakan salat di kegelapan malam demi kesepian di alam kubur. Rajinlah berpuasa di dunia dmi untuk menghadapi panasnya padang mahsyar. Rajinlah bersedekah demi untuk menghadapi kesulitan di hari kiamat. Wahai manusia aku menasehati kalian karena aku sangat peduli kepada kalian “ ( HR.Ahmad Az-Zuhd ). Pada kesempatan lain diantara khutbah beliau “ Salatlah 2 rekaat di kegelapan malam demi keselamatan dari kesendirian di alam kubur “Salah satu nasehat dalam Taurat “ Barangsiapa ingin di kuburnya nanti mendapat kenyamanan, maka hendaklah ia mau bangun tengah malam untuk melakukan salat sunnah meskipun hanya satu rekaat “.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Orang yang melaksanakan 2 rekaat salat dalam kesendirian ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya selain Allah dan para malaikat-Nya, maka ia akan dibebaskan dari api neraka.” Agar seseorang mendapat pertolongan di hari kiamat yang sangat menakutkan itu, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengajak umatnya agar istiqamah dan banyak membaca Al Quran. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Pada hari kiamat, Quran akan memberikan syafaat bagi orang – orang yang membacanya. Sebab, mereka rela meninggalkan nyenyaknya tidur di malam hari dan menggantinya dengan membaca Al Quran “

Dr.Zen Muhammad Al Hadi MA dalam bukunya ‘ Agar Hati Selalu Tenang ‘ antara lain menulis “ Bila anda yakin ada kematian, ada kehidupan abadi, ada surga, kenapa anda zalimi diri sendiri dengan jalan menjauhi jalan kesurga. Kenapa anda hanya meminta kekayaan kepada Allah ?. Abi Tsa’labah hanya meminta kekayaan ( terkabul ). Tapi justru kekayaannya itu membuat ia jauh dari Allah. Ingat, musibah terbesar bila kita berjarak atau jauh dari Allah. Sebaliknya kenapa anda tidak meminta agar dicintai, disayangi, di rahmati oleh Allah ?. Bukankah bila kita dirahmati, disayangi Allah dimana saja kita berada sejak di dunia sampai di akhirat pasti menguntungkan kita..Wallahu’alam