Telusuri Aset Gafatar , Ditemukan Replika Senjata Api

Telusuri Aset Gafatar , Ditemukan Replika Senjata Api

  Kamis, 11 February 2016 10:26
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

MEMPAWAH- Element masyarakat Mempawah menyarankan agar aparat kepolisian dan TNI melakukan penelusuran mendalam terhadap jaringan Gafatar di wilayah itu. Terutama menyangkut barang atau aset yang sengaja disembunyikan di eks lokasi kamp kelompok tersebut.

“Kita lihat belakangan ini banyak ditemukan barang-barang  yang sengaja di tanam oleh warga Gafatar sebelum dievakuasi. Misalnya di KKU dan Ketapang. Nah, tidak menutup kemungkinan di Mempawah juga ada yang masih tersembunyi. Makanya kita minta agar aparat berwenang melakukan penelusuran,” saran Tokoh Pemuda Mempawah, Muhammad Solihin, Rabu (10/2) siang.

Apalagi, masih menurut pria yang juga pendidik di Madrasah Islamiyah Penibung Laut itu, Mempawah menjadi salah satu pusat terbesar keberadaan jaringan Gafatar di Kalbar. Sehingga, tidak menutup kemungkinan ada sesuatu yang lebih besar dan dirahasiakan oleh kelompok yang telah divonis sesat oleh MUI itu.“Kemungkinan adanya barang-barang yang dikubur seperti di KKU dan Ketapang sangat berpeluang terjadi di Mempawah. Karenanya, sangat penting untuk ditelusuri dan diungkap lebih dalam lagi. Siapa tahu ada ditemukan baru  yang dapat memperkuat upaya penegak hukum untuk menjerat para pengurus Gafatar,” pendapatnya.

Terkait temukan barang-barang milik Gafatar yang tidak lazim, dia menilai sebagai bukti maksud dan tujuan kedatangan kelompok tersebut di tanah Kalimantan. Seperti ditemukannya, rompi anti peluru, sepatu militer hingga buku strategi perang.“Jika tujuan ke Kalimantan untuk bertani, kenapa harus membawa perlengkapan seperti itu. Bahkan, di Mempawah juga pernah ditemukan replika senjata api berupa senapan dan pedang yang terbuat dari kayu. Namun, ketika itu kita hanya beranggapan hanya mainan anak-anak mereka,” ujarnya.

Berbagai bukti dilapangan itu, timpal Solihin semakin menguatkan upaya makar yang dilakukan Gafatar terhadap NKRI. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum jika Gafatar saat ini sedang menjalankan fase ke-4 yakni Qital atau perang.“Pastinya ada suatu rahasia besar yang telah disiapkan kelompok Gafatar ini. Untuk mengungkap semuanya, kita serahkan kepada aparat berwenang baik kepolisian, TNI dan lainnya. Karenanya, kita bersyukur lingkungan masyarakat Mempawah sudah aman dari jaringan Gafatar. Tinggal bagaimana kita mengawasi dan menjaga agar mereka tidak kembali ke Mempawah,” pungkasnya.

 

Buku dan Alquran

Sebelumnya, diberitakan harian ini dua buku dan satu Al Quran terjemahan di kamp milik warga eks Gerakan Fajar Nusatara (Gafatar) di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ditemukan oleh angota Babinsa Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana. Buku tersebut tersimpan rapi di dalam lubang. Selain itu, di lubang tersebut juga pernah dijadikan tempat menyimpan senjata api laras panjang.

Kedua buku tersebut selain Al-Quran juga buku tentang Sejarah Tuhan Kisah 4.000 tahun penciptaan Tuhan dalam Agama-agama, penulis Karen Armstrong. Atlantis The Lost Containent Finally Found, penulis Prof Arysion Santos berikutnya Indonesia Tempat Lahir Peradapan Dunia. Dan Al-Quran terjemahan yang terdapat cap stempel SMU Muhammadiah 7 Palembang.Kopral satu anggota TNI Koramil Sukadana, Efendi yang merupakan Babinsa di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana mengatakan saat itu dirinya berserta masyarakat sedang melakukan penyisiran di kamp milik eks Gafatar setelah menerima instruksi dari atasannya.  (wah)

Berita Terkait