Telur Tembus Rp 32 Ribu

Telur Tembus Rp 32 Ribu

  Senin, 4 July 2016 10:15
MELAMBUNG: Harga telur terus melambung dekat lebaran

Berita Terkait

SINGKAWANG — Jelang hari raya Idulfitri, sejumlah ibu rumah tangga mengeluh dengan kenaikan harga barang sembako di pasaran tradisional wilayah pemerintahan daerah Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Hal paling utama kenaikan harga barang yakni telur ayam. Dikalangan konsumen harga telur mencapai Rp 32 ribu perkilogram. Sedangkan harga bahan pokok lainnya saat ini tetap tidak ada penurunan harga yakni gula pasir, minyak goreng dan ayam potong.

“Barang kebutuhnan pokok lebaran semua naik. Tak ada penurunan harga. Ini karena stok barang tidak mencukupi karena banyaknya permintaan konsumen,” ucap Ibu Rumah Tangga Yanti, Minggu (3/7) kepada media ini.

Dia mengatakan kenaikan harga barang kebutuhan pokok saat ini bersifat musiman. Hampir setiap tahun menjelang lebaran barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dipasaran. Namun hingga saat ini pemerintah daerah belum mampu menertibkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Ia menuturkan selama ini daerah yang dikenal sebagai pusat telur, belum mampu menyediakan stok telur khusus daerah. Ini yang menjadi perhatian masyarakat terhadap kebijakan pasar belum menjamin ketersedian bahan pokok bagi kebutuhan masyarakat Kota Singkawang.

“Kita minta ada kebijakan pasar yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Supaya tidak terulang kembali kenaikan harga barang pada saat menjelang lebaran dan perayaan hari besar keagamaan di Kota Singkawang dan sekitarnya,” harap ibu tiga anak saat berbelanja telur ayam untuk keperluan membuat kue lebaran.

Di tempat terpisah pedagang telur ayam Apeng menyatakan keniakan harga barang kebutuhan pokok seperti telur karena stok yang tersedia terbatas di pasaran. Ini karena permintaan konsumen terhadap telur ayam meningkat menjelang lebaran hari raya Idul Fitri di Kota Singkawang.

“Sebelum menyambut hari Raya Idul Fitri harga telur ayam hanya Rp 28 ribu perkilogram. Tetapi saat ini harga telur sudah mencapai Rp 32 ribu dipasaran. Ini karena harga telur ayam di ambil di agen telur juga mahal dan jumlahnya pun terbatas,” terangnya.

Dia menyamapikan kenaikan harga barang dipasaran saat ini tidak menentu. Diantaranya bahan sembako juga mengalami kenaikan harga dipasaran. Seperti gula pasir dan minyam goreng. Sedangkan harga barang kebutuhan pokok seperti beras tidak ada mengalami kenaikan harga dari biasanya.

Ia mengungkapkan gula pasir sementara ini mengalami variasi harga. Diantaranya Rp 15 ribu dan Rp 17 ribu di pasaran tradisonal. Ini tergantung dengan stok persedian gula pasir di setiap tokoh sembako. Jika gula pasir masih memakai stok lama, maka gula pasir tidak akan mengalami kenaikan harga di pasaran tradisional Kota Singkawang.

“Harga beras masih mencapai Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu perkilogram. Sedangkan gula pasir bervariasi karena di lihat dari stok barang. Jika stok gula pasir baru didapatkan harga akan lebih mahal dari harga biasanya,” ungkapnya. (irn)

Berita Terkait