Telur Kembali Naik Rp500 Sehari Jelang Lebaran

Telur Kembali Naik Rp500 Sehari Jelang Lebaran

  Selasa, 5 July 2016 10:01
NAIK: Beberapa pembeli telur sedang mencari telur untuk kebutuhan hari raya di Pasar Rangga Sentap. Harga telur melonjak naik menjelang lebaran. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Harga telur ayam melambung. Jika sebelumnya harga ayam hanya di kisaran Rp1.500 perbutir, saat ini mencapai Rp2 ribu perbutirnya. Hal ini sudah berlangsung sejak sepekan lalu, di mana permintaan telur melonjak untuk pembuatan beragam jenis makanan untuk lebaran.
"Sudah naik sejak beberapa hari lalu. Naik di tingkat distributor sejak Senin kemarin. Kenaikan harga telur ayam ini sudah jelas mempengaruhi harga eceran di pasaran," kata salah satu pedagang di Pasar Rangga Sentap, Acun.
Ia menjelaskan, saat ini telur ayam naik hingga 30 persen. Mulai dari Rp400 per butir sampai dengan Rp500 perbutirnya. "Tak bisa diturunkan lagi. Karena dari distributor harganya sudah segitu. Kalau diturunkan di tingkat pengecer, yang rugi pedagang lah. Apalagi permintaan sekarang ini cukup tinggi," jelasnya.
Saat ini harga telur ayam mencapai Rp2000 per butir. Untuk saat ini pasokan telur ayam Ketapang masih cukup dan aman hingga lebaran nanti. Bahkan saat ini peternak telur dari Ketapang sudah mulai banyak menyuplai kepasar-pasar tradisional untuk kebutuhan stock menjelang lebaran Idulfitri 1437 H.
Sementara itu, Putri salah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Tengah mengatakan, saat ini harga telur ayam mahal. Di Oasar Haji Sani misalnya, telur ayam per butir mencapai Rp2.000 per butir. Padahal sebelumnya harga telur ayam masih di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.600 per butirnya. "Naiknya sampai Rp500. Sangat mahal," katanya.
Ia berharap Pemerintah Daerah Ketapang segera memantau harga kebutuhan sembako menjelang lebaran. Karena saat ini harga barang kebutuhan sembako di pasaran Kota Ketapang naik turun tanpa terkontrol. "Perlu dipantau juga. Kalau tidak ada kontrol dari Pemerintah, pedagang bisa menaikkan seenaknya saja. Yang diberatkan pembeli," harapnya. (afi)

 

Berita Terkait