Teler dengan Obat Batuk Makin Menjadi

Teler dengan Obat Batuk Makin Menjadi

  Selasa, 29 November 2016 09:30

Berita Terkait

Warga Temukan Sisa-sisa Kemasan Sachet

SUKADANA – Miris, sudah kesekian kalinya di temukan bugkusan sisa obat batuk dalam kemasan sachet bertaburan di sekitar Pantai Pulau Datok, Sukadana. Seperti yang ditemukan warga yang bermukim di lokasi pantai, Senin (28/11).

"Sudah tidak heran kalu ada ditemukan sisa bugkusan obat batuk itu berhamburan di pantai. Tidak lain ini pasti disalahgunakan untuk mabuk. Padahal sudah berkali-kali diberikan peringatan agar tidak lagi mengkonsumsi secara berlebiha,n karena itu tidak baik bagi kesehatan," terang Muslimin, warga bersangkutan, saat ditemui di kediamannya. Dirinya menceritakan, saat itu dia baru saja pulang untuk istrirahat kerja. Karena kebetulan kantor tempatnya berkerja tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Sewaktu istirahat kerja, saya pulang ke rumah, ke depan sebentar. Melihat tumpukan hijau di antara pasir pantai saya mulai curiga. Ternyata itu bugkusan obat batuk yang masih lengkap dengan kotaknya," terang pria yang akrab disapa Mus tersebut. 

Dia yakin, yang mengonsumsi obat batuk tersebut dalam jumlah puluhan sachet lebih dari satu orang. Dia khawatir, ini bisa saja dilakukan kalangan anak muda, yang ingin mabuk dengan mengonsusmsi secara berlebihan. Menurutnya, sungguh ironis, masih saja ada yang berani tidak memikirkan dampaknya bagi kesehatan.

"Padahal sudah jelas, kalu dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Dan pihak terkait juga sering mengadakan patroli. Masih berani juga ada yang berperilaku seperti itu. Mungkin menyangkut hal ini sangat perlu adanya ketegasan. Baik untuk yang mengkonsumsi maupun yang menjual secara bebas tanpa adanya kecurigaan," sambungnya.

Selain kepedulian pemerintah, menurut dia, para orang tua juga harus dapat memberikan pemahaman terhadap remaja mengenai dampak dari bahanya mengonsumsi obat tersebut secara berlebihan. "Orang tua juga harus jeli. Jika memang terdapat perilaku-perilaku aneh terhadap anaknya, segera ditanya. Dan tetap dipantau jika berada di luar rumah yang membahayakan hingga larut malam," sarannya.

Sementara itu, mengenai hal yang sama, warga lainnya, Fitara, tanpa sengaja juga pernah menemukan bugkusan sisa obat batuk di antara semak belukar di sekitar pantai. "Saat itu saya menemukan pas malam. Kebetulan ada kegiatan organisasi kemarin. Seperti kemah gitu. Saat saya melangkah dan saya senter seperti bugkusan obat batuk. Ternyata iya, benar dugaan saya. Sisa bugkusan obat batuk," kisahnya.

Menurut dia, fakta ini memang sudah bahaya dan sangat aneh. Dan yang jadi pertanyaan dia, dari mana mereka belajar sampai banyak ditemukan perilaku menyimpang tersebut.

"Menaggulangi hal ini, sangat perlu adanya pencegahan dari pemerintah. Jangan hanya sebatas sosialisasi dan sosialisasi saja. Ujung-ujungnya hanya habis-habisin anggaran saja," katanya. (dan)

Berita Terkait