Tekat Raih Juara Umum

Tekat Raih Juara Umum

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:40

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH secara resmi melepas kontingen MABM Ketapang dalam rangka mengikuti  Festival Seni Budaya Melayu kalimantan Barat (FSBMKB) XI di Kota Singkawang. Ketua kontingen MABM Kabupaten Ketapang, Junaidi SP, dalam laporannya mengatakan bahwa FSBMKB XI tersebut akan berlangsung selama sepekan, 16 – 22 Oktober.

Menariknya, even wisata budaya ini akan dihadiri kurang lebih seribu orang sebagai utusan dari kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat. Para peserta tersebut akan mengikuti ekshibisi 16 tangkai seni yang bakal diperlombakan. “Peserta, dari MABM Ketapang  akan mengikuti seluruh ekshibisi yang digelar panitia dengan peserta sebanyak 153 orang,” kata Junadi dalam laporan pelepasan kontingen Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Kamis (13/10) lalu.

Sosok yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang ini menjelaskan, ekshibisi perlombaan yang diikuti mereka kelak seperti, seni hadrah, rodad, jepin, lomba sampan, sampan bidar, seni motif Melayu, silat, pangkak gasing, di mana semuanya yang merupakan budaya Melayu yang ada di Kalimantan Barat, khususnya Ketapang. Sedangkan untuk pembiayaan kegiatan MABM Ketapang, disebutkan dia, bersumber dari APBD Kabupaten Ketapang, termasuk sumbangan tidak mengikat dari donatur dan swasta lainnya. “Untuk pendanaan keberangkatan tim saat ini menggunakan dana talangan bantuan Bupati Ketapang,” ungkap legislator Partai Golongan Karya tersebut.

Diakui Junaidi, kontingen MABM selama mengikuti kegiatan FSBMKB, belum pernah meraih prestasi tertiggi di ajang  yang sudah digelar dua sekali tersebut. “Harapan untuk kali ini kita meraih juara umum dan bisa menjadi tuan rumah pada FSBMKB tahun 2018 mendatang,” imbuhnya.

Bupati Ketapang Martin Rantan SH memberikan apresiasi kepada para pengurus MABM Ketapangm, atas keikutsertaan kontingen mereka dalam kegiatan FSBMKB XI di Kota Singkawang. “Saya atas nama Pemkab Ketapang megucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus MABM Ketapang,” kata Bupati.

Festival budaya Melayu, menurut Bupati, sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan semangat dan motivasi, dalam menggali melestarikan, dan menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat. “Langkah tersebut perlu dilakukan agar nilai nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur  kita tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar,” kata Bupati.

Menurut Bupati, sikap demikan bukan berarti menutup diri pada pergaulan global yang dinamis, melainkan sebagai sikap dan rasa tanggung jawab selaku pemegang amanah generasi terdahulu, untuk diteruskan generasi masa kini dan masa yang akan datang. “Festival budaya Melayu merupakan wujud nyata dari kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu dalam rangka memperkuat budaya nasional,” kata mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut. (afi/ser)

Berita Terkait