Teka-Teki Terserah

Teka-Teki Terserah

  Sabtu, 2 April 2016 09:50
“Kata terserah seringkali membuat banyak orang kebingungan mengartikannya. Selain tidak ingin terlibat dalam pengambilan keputusan, seseorang yang mengatakan terserah biasanya juga ingin menghindari konflik. Kata terserah juga biasanya dijadikan alasan bagi seorang perempuan saat merajuk.”

Berita Terkait

Kata “terserah” sering kali terucap pada sepasang kekasih. Sering kali terserah diucapkan oleh perempuan, tetapi bukan tak berlaku pula bagi pria. Terdengar sederhana, tetapi kata terserah mengandung banyak makna yang sulit diartikan. Tak jarang kata ini menjadi signal akan terjadi pertengkaran. Oleh : Marsita Riandini

 Anda termasuk yang sering mengucapkan kata terserah kepada pasangan? Kata terserah seringkali membuat banyak orang kebingungan mengartikannya. Ini juga bergantung situasi kapan kata itu diucapkan. Umumnya, kata terserah diucapkan pada situasi pengambilan keputusan. Demikian yang disampaikan oleh Romi Arif Rianto, S. Psi, Psikolog kepada For Her.

Ada bebagai faktor pemicu kata terserah muncul. Romi mencontohkan, ketika sepasang kekasih ingin menonton di bioskop. Pemilihan film juga bisa memicu munculnya kata terserah. “Si cewek nanya pada cowoknya mau nonton apa, si cowok bilang mau nonton film action, eh si cewek maunya nonton film lain. Pilah pilih film, akhrinya salah satu mengalah dengan menjawab terserah,” kata Psikolog di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalbar, Singkawang ini.

Contoh lainnya ketika pemilihan warna baju, antara biru dan merah. Sebenarnya si cewek sudah tahu bahwa dia lebih menyukai warna biru, hanya ingin minta penguatan dari si cowok. Tetapi ketika ditanya, si cowok bilang yang warna merah lebih bagus. Eh si cewek bilang kalau warna merah dia akan terlihat lebih gendut. “Dari situ terlibat perdebatan kecil, dari pada tambah besar si cowok memilih bilang terserah. Alasan lainnya karena ingin mempertahankan sebuah hubungan,” papar dia.

Selain tidak ingin terlibat dalam pengambilan keputusan, seseorang yang mengatakan terserah biasanya juga ingin menghindari konflik, terutama ketika pendapatnya tidak sama dengan sang kekasih. Lantas apa persoalannya selesai setelah mengatakan terserah? Ternyata tidak. Ketika salah satu pasangan mengatakan terserah, malah selanjutnya ngambek, merasa tidak dihargai, merasa tidak dipedulikan. Inilah yang menyebabkan kata terserah terlalu sederhana diucapkan, tetapi ada masalah yang ditimbulkan.

Terus-menurus pendapatnya tidak dianggap, pada akhrinya muncul ketidakpedulian dari pasangan. Kata terserah pun semakin sering terlontarkan. “Ini yang berbahaya. Lama-lama dia juga merasa tidak nyaman dengan hubungan tersebut,” ucap Romi.

Pasangan juga akan merasa bahwa pendapat dia tidak dihargai. Sekalipun sering diminta pendapat, pada akhirnya tidak juga didengar, atau bahkan malah membuat sang kekasih ngambek. Lantas ketika ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, malah dipendam lantaran sudah tahu bakal disalahkan.

Kata terserah juga biasanya dijadikan alasan bagi seorang perempuan saat merajuk. Terkadang ini memunculkan kebingungan dari si cowok. Ketika ditanya bilangnya tidak ingin apa-apa dan terserah mau gimana. Namun, ketika cowok mengambil suatu keputusan, cewek pun ngambek karena tidak mengikuti kemauannya. “Seperti habis makan, kemudian si cowok nanya mau kemana. Karena merajuk dia bilang terserah. Ketika si cowok bingung dan bawa keliling saja di saat siang hari, dia marah. Lalu bilang kenapa keliling-keliling, khan panas. Harusnya pulang,” jelasnya mencontohkan.

Seandainya sejak awal langsung bilang saja kepada pacarnya langsung pulang, tentu ini tidak akan menjadi persoalan baru. Romi mengingatkan, ketika ada satu masalah, sebaiknya jangan diputuskan saat kondisi marah. Inilah yang kemudian memunculkan kata terserah yang pada akhirnya membingungkan. “Negosiasikan setiap masalah. Seperti apa seharusnya. Jika dalam keadaan marah besar, sebaiknya tenangkan dulu. Pulang kerumah masing-masing, dan setelah tenang baru bicarakan kembali,” pungkasnya.

Berita Terkait