Tegaskan Lima Fungsi MUI

Tegaskan Lima Fungsi MUI

  Rabu, 27 July 2016 09:30
MUSDA MUI : Bupati Ria Norsan memberikan sambutan pada pembukaan Musda ke-IV MUI Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Menjalankan amanat AD/ART organisasinya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV, Selasa (26/7) pagi di Wisma Chandramidi Mempawah. Musda dibuka oleh Bupati H Ria Norsan.

 
 “Musda merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam menjalankan roda organsiasi. Sebab, dalam pelaksanaan Musda itu sendiri akan membahas berbagai permasalahan baik itu menyangkut kebijakan, program kerja hingga pemilihan kepengurusan organisasi itu sendiri,” kata Ria Norsan dalam sambutannya.

MUI, terang Norsan sebagai wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendikiawan muslim di masyarakat. Tujuannya, untuk memberikan bimbingan, dan tuntutan kepada umat islam indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah SWT.

 “Kemudian, keberadaan MUI juga diharpakan dapat memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan demi terwujudnya ukhuwah islamiyah dan keruknan antar umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Selanjutnya, sambung Norsan, tujuan lain keberadaan MUI sebagai penghubung antara ulama dan umaro sekaligus penterjemah timbal balik antara umat dengan pemerintah dalam mensukseskan pembangunan nasional.

 “Serta, MUI dapat meningkatkan hubungan dan kerjasama antar organisasi, lembaga islam dan cendikiawan muslim dalam memberikan bimbingan dan tuntutan kepada masyarakat khususnya umat islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik,” paparnya.

Lebih jauh, Bupati mengungkapkan, dalam khittah pengabdiannya telah dirumuskan lima fungsi dan peran utama MUI. Pertama, pewaris tugas para nabi. Kedua, sebagai fatwa. Ketiga, sebagai pembimbing dan pelayan umat. Keempat, sebagai gerakan islah wa al tajdid serta Kelima, sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar.

 “Dengan dilaksanakannya Musda ke-IV DPD MUI Mempawah ini diharapkan dapat meningkatkan peranan ulama dengan memberikan nuansa baru dalam kiprah dan kapasitasnya sebagai pengemban peran utama MUI,” harap Bupati.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Mempawah, KH Tusirana Rasyid menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga penyelenggaraan Musda MUI ke-IV dapat terlaksanakan dengan baik. Terutama dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk bantuan materil.

 “Tanpa dukungan dari Bupati dan DPRD, maka sulit bagi MUI untuk mendapatkan anggaran. Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan bantuan anggaran yang cukup bagi MUI dalam melaksanakan tupoksinya. Inilah wujud harmonisasi antara ulama dan umaro di Mempawah,” tegasnya.

Musda ke-IV DPD MUI Kabupaten Mempawah dihadiri Ketua MUI Provinsi Kalbar, Hasim Dahlan, para pengurus MUI Mempawah dan tamu undangan lainnya.(wah)

Berita Terkait