Tegakkan Hukum, saatnya Berpihak pada Rakyat

Tegakkan Hukum, saatnya Berpihak pada Rakyat

  Rabu, 25 November 2015 09:16
SERAH CENDERAMATA: Penjabat Bupati Ketapang Kartius menyerahkan cenderamata kepada mantan Kajari Ketapang Kusnendar, dalam silaturahmi malam pengantar tugas antarkajari, Senin (23/11) malam. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Dalam menjalankan fungsi pemerintahan, maka harus diperhatikan keterkaitan antara filosofis, yuridis, dan ideologis.Pada intinya adalah untuk menyejahterakan masyarakat sebagai tujuan berbangsa dan bernegara. Karena itu, penjabat (Pj) Bupati Ketapang Kartius SH MSi menekankan agar jangan sampai terjadi korupsi. Kalau korupsi, ditegaskan dia bahwa sudah sepatutnya hukum ditegakkan.

Karena itu dalam menegakkan hukum, ia berharap agar tak hanya tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah. Rakyat, diungkapkan dia, akan sangat mendukung jika penegakan supremasi hukum, tajam ke atas dan tajam juga ke bawah. Hal ini ditegaskan Pj Bupati dalam silaturahmi ketika malam pengantar tugas antara mantan Kajari Ketapang Kusnendar SH dengan Kajari Ketapang yang baru, Joko Yuhono SH MH di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (23/11). "Hukum harus ditegakkan. Sudah saatnya kita berpihak kepada rakyat," tegas Kartius ketika itu.

Terkait dengan persoalan tanah di Bandara Rahadi Oesman, Pj Bupati menegaskan jika mereka siap memfasilitasi. Jika terkait harga tak sesuai dengan NJOP dan hal-hal lainnya, maka, menurut dia, kebijakan relokasi Bandara juga bisa menjadi salah satu pilihan. Walaupun dirinya belum mengetahui duduk persoalannya secara pasti, tetap akan diupayakan jalan keluar terbaiknya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia menyebutkan jika dirinya merupakan salah satu dari 5,3 juta masyarakat Indonesia yang beruntung. Pasalnya sebagai abdi negara ia hanya melayani. “Sebagai pejabat kita tidak boleh sombong. Jangan sampai  menjadi penjabat tidak melayani. Sebab, selama ini saya mendapati taksedikit pejabat yang didatangi saja susah, apalagi mau melayani. Dalam karier saya sebagai PNS, saya sudah 14 kali mengalami mutasi, karena itu mutasi adalah hal yang biasa,” ungkap sosok yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar tersebut.

Kepada mantan Kajari Ketapang beserta istri, ia mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan pelayanan hukum yang diberikan selama bertugas di Ketapang. Kartius mengakui dalam hubungan birokrasi, hubungan mantanKajari begitu baik dengan masyarakat dan birokrasi cukup luar biasa. Karena, menurut dia, selama ini, sosok Kusnendar bisa membina masyarakat Ketapang, sehingga bertahan bertugas selama lebih dari 5 tahun. "Kami juga mohon maaf jika selama bergabung ada hal-hal yang tidak berkenan di hati, mungkin lengah, dan lain sebagainya," ungkap Pj Bupati.

Sementara itu, sebelumnya Kusnendar, mantan kepala Kejari (Kajari) menyampaikan bahwa ia telah bertugas di Ketapang lebih dari 5 tahun. Karena itu, ia sudah tidak asing lagi dengan masyarakat di kabupaten ini. Ia juga menginformasikan jika penggantinya adalah Joko Yuhono, seorang ahli hukum. Jika ada masalah hukum, seperti masalah Bandara, maka, menurut dia, sangat tepat untuk berkonsultasi dengan Kajari yang baru tersebut. Kusnendar berharap agar Bandara diperpanjang dan suatu saat akan ada penerbangan Ketapang langsung ke Yogyakarta, sehingga ia bisa sekali-kali bersilaturahmi ke Ketapang dan sebaliknya.

Adanya acara malam pengantar tugas tersebut, menjadikan ia merasa sangat tersanjung. Sebab, pada saat ia bertugas kali pertama di Ketapang, diakuinya, tak ada acara semacam itu. Karena itu dalam kesempatan tersebut, ia  secara pribadi dan kedinasan meminta maaf jika ada hal-hal yang tidak sopan dan salah selama berada di Ketapang. Apa yang dilakukannya tersebut, diungkapkan dia, semata-mata karena tugas. "Saya minta maaf yang sebesar-besarnya (jika) selama saya memimpin kejaksaan di Ketapang, saya berdoa. Semoga Ketapang semakin maju," ucap Kusnendar yang akan menjadi Kajari Cimahi.

Dalam malam ramah tamah yang dihadiri forum pimpinan daerah, tokoh masyarakat, pimpinan SKPD, dan lain-lain, Kajari Joko Yuhonomerasa tersanjung dengan keramahtamahan di Ketapang. Kajari yang semula bertugas di Kejaksaan Agung RI tersebut menyebutkan jika dalam hal networking, ia harus banyak belajar kepada Kusnendar untukmembangunnya di Ketapang. Ia berharap bisa melanjutkan kebijakan Kajari sebelumnya.  "Kami ingin kerja sama dan dukungan. Semoga Ketapang juga dikenal sampai ke  di tingkat nasional. Mari kita bersama-sama saling dukung untuk kemajuan Kabupaten Ketapang," kata Joko.

Dalam hal menjalankan tugas, ia menyatakan tetap pada koridor hukum. Dalam hal menegakkan hukum, ia menegaskan tidak ada  kepentingan. Karena itulah, jika ada hal yang meragukan dalam mengambil kebijakan, ia mempersilakan untuk datang ke tempatnya berdiskusi. Selain itu, jika ada masyarakat yang mengharapkan penjelasan hukum, dia berjanji akan berusaha hadir memberikan pencerahan hukum. Ia juga siap memberikan kuliah hukum di masjid. Sebab, katanya, ilmu hukum yang ada padanya wajib untuk ditularkan dan diamalkan. Dalam malam pengantar tugas juga dilakukan penyerahan cenderamata dari Pj Bupati kepada mantan Kajari. Hal ini juga diikuti jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. (ser)

Berita Terkait