Technopreneurship Siap Antisipasi MEA

Technopreneurship Siap Antisipasi MEA

  Minggu, 20 December 2015 13:35
HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Humanity Night Project (HNP) 2016 dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak menyelenggarakan seminar dengan topik utama Technopreneurship dalam Menghadapi MEA 2015. Technopreneurship merupakan pengembangan dari entrepreneurship, gabungan dari dua kata yaitu technology dan entrepreneurship. Technopreneurship merupakan suatu upaya dalam membuat bisnis dalam berbasis IT.

Ketua BEM M Hafiz Waliyuddin menjelaskan jika MEA merupakan agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN. Dengan adanya MEA, dia yakin, akan memungkinkan suatu negara menjual barang atau jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara. Tujuan utama diadakannya MEA, menurut dia, adalah untuk meningkatkan daya saing ASEAN serta dapat menyaingi Tiongkok dan India.

Pembentukan MEA, dikatakan dia, sudah lebih dari satu dekade lalu oleh para pemimpin ASEAN dan MEA, di mana rencananya akan dimulai pada 31 Desember ini. Dia yakin, hal ini dapat menjadi babak awal untuk Indonesia dalam mengembangkan berbagai kualitas perekonomian, serta dapat memperbaiki kualitas SDM yang ada, di mana efeknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk itu, menurut dia, kesiapan seorang entrepreneur dalam menghadapi pasar global harus ditingkatkan lagi, seperti meningkatkan akademis, soft skills yang dimiliki oleh setiap individu, salah satunya technopreneurship. "Sebagai langkah awal untuk menghadapi MEA, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura telah mendidik mahasiswa untuk lebih kompetitif, bekerja secara networking yang diperoleh dalam penyelenggaraan suatu kegiatan seperti HNP yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh mahasiswa baru," ujar Hafiz.

Sementara itu, wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir sekaligus membuka acara seminar, menggambarkan bagaimana reaksi masyarakat dalam menghadapi MEA di Kota Pontianak bermacam-macam. Diungkapkan dia, ada yang merasa takut, namun ada juga yang merasa biasa saja. Jadi, menurut dia, MEA dirasa perlu untuk diinformasikan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Mahasiswa sebagai ujung tombak diharapkan dia dapat berinovasi agar terbentuk jiwa entrepreneur. "Diharapkan juga generasi muda dapat meningkatkan kemampuan berbahasa sehingga dapat mempermudah proses komunikasi," kata Wawako.

Dengan berlangsungnya seminar ini, diharapkan dia para peserta seminar yang berasal dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kota Pontianak, dapat berkontribusi dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Kalbar.

Diketahui HNP 2016 memiliki empat item kegiatan yaitu donor darah, PPM kampus, seminar, dan malam puncak. HNP 2016 telah menyelenggarakan item pertama yaitu donor darah, Senin (16/11) lalu, serta item kedua yaitu PPM Kampus, Sabtu (28/11) mendatang. (bar)

Berita Terkait