Tax Amnesty Upaya Menghapus ’Dosa’’ Pajak

Tax Amnesty Upaya Menghapus ’Dosa’’ Pajak

  Sabtu, 13 Agustus 2016 10:05
PLAKAT: Bupati H Ria Norsan menyerahkan cinderamata berupa plakat lambang daerah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Mensukseskan program pemerintah pusat, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Pratama Mempawah melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2016 tentang pengampuan pajak alias tax amnesty, Jumat (12/8) pagi di Aula Kantor Bupati Mempawah. Sosialisasi itu dibuka oleh Bupati, Ria Norsan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ria Norsan mengajak seluruh komponen masyarakat baik di pemerintahan maupun swasta mendukung program tax amnesty. Para tokoh masyarakat, pengusaha, dan aparatur pemerintahan diminta berpartisipasi aktif menyukseskan program yang di mulai sejak tanggal 1 Juli 2016-31 Maret 2017 itu.

“Khususnya kepada aparatur pemerintahan di Kabupaten Mempawah, saya berharap dapat mengambil peran yang besar baik sebagai wajib pajak pribadi maupun sebagai pamong masyarakat,” ujar Ria Norsan.

Norsan menyebut, program amnesti pajak sangat penting bagi kelangsungan pembangunan. Makanya, pelaksanaan sosialisasi sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan penerimaan dari sektor pajak. Terutama pajak yang pelaksanaan pemungutannya oleh pemerintah pusat.

“Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD Kabupaten Mempawah relatif kecil. Hal serupa terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan pelaksanaan pembangunan daerah masih tergantung pada bantuan dana dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Sehingga, imbuh Norsan, sektor pajak menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang penting dalam mendanai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Sebab, semakin besar pendapatan yang diperoleh, semakin banyak pula aktivitas yang dapat dilakukan dalam upaya membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat.

“Untuk mencapai target penerimaan pajak yang maksimal, maka diperlukan sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Makanya, perlu dilakukan upaya meningkatkan sinergi yang komprehensif, sehingga penerimaan pajak akan lebih optimal,” pendapatnya.

Kepala KPP Pratama Mempawah, Suharto menerangkan, amnesti pajak merupakan program unggulan baru pemerintah untuk mengamankan APBN. Amnesti, lanjut dia, menjadi bentuk rekonsiliasi nasional dengan menutup kesalahan-kesalahan di masa lalu di bidang perpajakan, demi meningkatkan kepatuhan di masa yang akan datang.     

“Program ini untuk mengamankan penerimaan negara. Maka dilakukanlah terobosan-terobosan untuk mendongkrak pendapatan sektor pajak. Sebab, kurun waktu tahun 2009-2015 lalu, pencapaian pajak selalu berada di bawah target. Ini yang menjadi kendala dalam upaya percepatan pembangunan di masyarakat,” bebernya.

Dia menuturkan, amnesti pajak berusaha menarik warga negara Indonesia yang menyimpan harta di luar negeri. Baik itu hasil kekayaan dari usaha perminyakan, perkayuan, batubara, karet, CPO, dan lain-lain.

“Kita harapkan dengan kemudahan ini mereka mau membawa kembali dananya ke dalam negeri, sehingga kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan investasi dari dana repatriasi, maka pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa seperti di masa lalu, yakni mencapai 7-8 persen,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Mempawah, Wibowo Dwi Restanto memaparkan sejumlah dampak terkait minimnya pungutan pajak. Di antaranya terjadi perlambatan ekonomi di Indonesia, defisit neraca perdagangan, membesarnya defisit anggaran, menurunnya laju pertumbuhan sektor industri/manufaktur, dan tetap tingginya gap infrastruktur. Karena itu, ia menyebut pemerintah harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi, maka Indonesia mencari sumber investasi dari luar negeri. Karena peluang investasi di Indonesia terbuka lebar. Pemerintah berupaya memacu pertumbuhan investasi untuk menciptakan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dengan tetap menjaga laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” analisasnya. (wah)

Berita Terkait