Tausiyah Ustaz Pantun pada Maulid Nabi Muhammad SAW

Tausiyah Ustaz Pantun pada Maulid Nabi Muhammad SAW

  Sabtu, 9 December 2017 10:00
TAUSIYAH: Ustaz Taufiqurrahman saat memberikan tausiyah pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al-Ikhlas, Kamis (7/12) malam. ISTIMEWA

Berita Terkait

Dari Memberikan Tausiyah hingga Mensyahadatkan Mualaf

Setelah sukses melaksanakan Lomba Qasidah dalam mensemarakkan  Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, kembali Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ketapang menghadirkan H Taufiqurrahman SQ untuk memberikan tausiyah di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. Tablig Akbar, 
Kamis (7/12) malam tersebut dipadati jemaah.

MEWAKILI Pemerintah Kabupaten Ketapang, Gusti Fadlin, staf Ahli Bupati Ketapang, dalam sambutannya mengajak masyarakat meneladani  hal-hal yang terhebat dari Nabi Mumammad. Hal terhebat yang dimaksud dia yaitu akhlaknya yang mulia. “Karena misi kenabian Muhammad SAW yang paling utama adalah menyempurnakan akhlak manusia. Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya kita jadikan momentum untuk lebih mengenal sosok agung yang menjadi panutan dunia akhirat,” ajaknya.
Selanjutnya Ustaz H Taufiqurahman SQ dalam tausiyahnya mengupas implementasi takwa sebagaimana suri teladan dari Rasulullah. Ia mengingatkan bagaimana Allah SWT memuliakan Nabi Muhamad. Karena itu, ia mengingatkan bagaimana jemaah mengajarkan  anak-anak mereka agar bisa hafal Alquran. Sejumlah ayat dalam Alquran dikutipnya, bagaimana kitab suci itu menyebutkan nama-nama nabi dan rasul. “Tetapi hanya Nabi Muhammad SAW yang secara tegas disebutkan dengan penamaan Rasullulah,” kata dia.
Diselingi pantun dan selawat kepada Rasulullah, sosok bergelar Ustaz Pantun ini mengingatkan semua untuk menguatkan akidah. “Jangan sampai akidah kita tergoyahkan,” pinta dia.
Selain itu ia juga mengingatkan bagaimana Allah memuliakan Rasulullah dari jasmani dan rohani. Salah satunya, digambarkan dia, bagaimana Allah SWT mengajak umat untuk salat malam. Rasulullah, menurut dia, mencontohkan selalu rajin salat malam sampai kakinya bengkak. “Sebelum melakukan dakwah, Baginda selalu memberikan contoh terlebih dahulu,” kata diai.
Lebih lanjut, dia juga menceritakan bagaimana kisah Sya'ban RA, sosok sahabat Rasulullah yang selalu rajin ke masjid. Nama itu dalam sejarahnya, digambarkan dia, selalu datang ke masjid sebelum salat berjemaah dan selalu melakukan itikaf di pojok depan masjid. “Mengapa dia selalu mengambil posisi di pojok? Itu karena dia tidak mau mengganggu atau menghalangi orang lain yang akan melakukan ibadah di masjid,” ungkapnya. 
Kebiasaan seperti ini, menurut dia, sudah sangat dipahami oleh semua orang bahkan oleh Rasulullah sendiri. Diceritakan dia bagaimana pada suatu pagi saat salat subuh berjemaah akan dimulai, Rasulullah merasa heran karena tidak mendapati Sya’ban pada posisi seperti biasanya. Rasul pun bertanya kepada jemaah yang hadir, apakah ada yang melihat Sya’ban RA? Namun tidak ada seorang pun jemaah yang melihatnya. Salat subuh pun sengaja  ditunda sejenak untuk menunggu kehadirannya, namun yang ditunggu belum juga datang. “Khawatir salat subuh kesiangan, Rasulullah memutuskan untuk segera melaksanakan salat subuh berjemaah,” ungkap Ustaz.
Dikisahkan Ustaz jika yang ditunggu Rasulullah ternyata telah meninggal. Dikisahkan istri Sya’ban saat didatangi Rasul beserta beberapa sahabat, menjelang kematiannya, dia meneriakkan tiga. Tiga kalimat yang diteriakkannya, aduh kenapa tidak lebih jauh? Aduh kenapa tidak yang baru? Aduh kenapa tidak semua? Kemudian Rasul melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22. Dari ayat tersebut, Rasul menceritakan bahwa pada saat Sya’ban dalam keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah SWT. “Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah,” cerita Ustaz menirukan ucapan Rasul. 
Di akhir tausiyah, Ustaz Taufiqurahman juga membimbing salah satu mualaf yang sukarela mengucapkan syahadat. Ia meminta kepada seluruh jemaah untuk membimbing salah satu saudara mereka tersebut dalam menjalankan perintah untuk beribadah. (PK)

Berita Terkait