Tatung Protes Pencairan Santunan

Tatung Protes Pencairan Santunan

  Rabu, 24 February 2016 09:42
SEMARAK: Arakan-arakan tatung di Singkawang yang dilengkapi pula dengan tatung si Raja Monyet atau Sun Go Kong (bawah). Tatung di hari Cap Go Meh selalu menjadi penantian wisatawan untuk berkunjung ke Singkawang. MEIDI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG-Para tatung yang menjadi peserta dalam pawai dan arak-arakan Cap Go Meh di Singkawang mengeluhkan pencairan dana santunan, Selasa (23/2). Pihak panitia memastikan pembayaran diselesaikan, Rabu (24/2) hari ini, karena harus membuktikan dan menghitung kembali jumlah tandu yang turun.

Sekretariat Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2016 di Jalan Kalimantan ramai dipadati para tatung yang ingin mengambil dana santunan, Selasa (23/2). Sejak pagi sekitar pukul 07.00 mereka sudah berdatangan. Setelah sekian lama menunggu sampai sekitar pukul 11.00 mereka belum juga mendapat kepastian kapan dana tersebut bisa diambil.

Suasana sempat sedikit tegang ketika salah satu dari mereka melakukan protes keras. Panitia dianggap mempersulit pencairan dana.

“Kami sudah susah payah, bahkan taruhan nyawa ikut kegiatan ini tapi malah dibikin susah,” celetuknya. Menurut salah satu tatung asal Pangmilang, Singkawang Selatan Eko pembayaran harusnya diselesaikan, Selasa (23/2). “Panitia janji setelah Cap Go Meh langsung bayar,” katanya. Namun setelah menuggu dari pukul 08.00 hingga 11.00 belum juga dia mendapat kejelasan.

Menurutnya uang santunan dari panitia sangat dibutuhkan mendesak. Alasannya karena pihaknya masih berhutang dengan para pemikul tandu. “Pemikul belum dibayar karena tidak ada uang, kami janji hari ini untungnya mereka orang-orang dekat jadi ngerti,” ujarnya.

Selain itu Eko juga mengeluhkan bahwa panitia hanya akan memberikan uang santunan, dihitung dari jumlah tandu yang diturunkan. Sementara kelompoknya telah mendaftar dan menurunkan tiga orang tatung tetapi hanya membawa satu tandu. Otomatis dua tatung tanpa tandu tidak akan mendapatkan pembayaran santunan. “Kami bukan tidak mau menurunkan tiga tandu semua, masalahnya dananya kurang jadi hanya mampu satu saja, harusnya panitia mengerti dan membayar semua,” keluhnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Yahudin, pria asal Sijangkung, Singkawang Selatan ini menilai pihak panitia tidak menepati janji. “Katanya habis Cap Go Meh langsung dibayar, buktinya sampai sekarang belum jelas, sudah dananya kecil dipersulit lagi,” ucapnya siang itu.

Menanggapi protes tersebut, Wakil Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2016 di Singkawang, Bong Wui Khong memastikan proses pembayaran akan dilakukan mulai jam 10 pagi, Rabu (24/2) hari ini. Panitia sudah menyiapkan uang untuk pembayaran. “Kami tidak pernah janji bayar hari ini (kemarin), harusnya mereka bisa memahami, karena kami perlu waktu untuk memastikan siapa yang turun dan siapa yang tidak,” terangnya kepada Pontianak Post, Selasa (23/2) sore.

Menurutnya jumlah peserta yang terdafar di panitia ada sebanyak 612 orang. Sebanyak 140 peserta tidak perlu mendapat santunan karena berasal dari luar Kota Singkawang, sifatnya hanya partipasi. Lalu dari sisanya harus dibuktikan lagi karena diperkirakan hanya ada sekitar 200 tandu yang turun saat hari H. “Tidak mungkin yang tandunya tidak ikut tetap kami bayar,” katanya.

Sebab sudah jelas, sesuai perjanjian di atas kertas tatung yang akan diberi santunan hanya yang menggunakan tandu pikul. Kesepakatan dana ini untuk membantu membayar ongkos pemikul “Pernyataan tersebut sudah ditandatangani di atas materai, jadi tatung yang berjalan dan yang menggunakan tandu berroda tidak akan dapat santunan,” jelasnya.

Selain itu dari penomoran yang ditempal di tandu hanya ada sekitar 200 nomor. Saat pawai ada sebagian tatung yang datang dan jalan lebih dulu sehingga tidak dapat penomoran. Untuk memastikannya panitia akan melihat bukti dari foto yang diambil. “Setiap tatung pasti kami foto, dari sana bisa dibuktikan apakah mereka menggunakan tandu atau tidak, jadi untuk jumlah pasti yang turun bisa dibuktikan saat pembayaran besok (hari ini),” katanya.

Diketahui dana santunan yang akan diberikan sebesar Rp1 Juta untuk satu tandu. Ditambah satu buah buku paramita untuk meminta sumbangan, mencari sponsor atau donatur. Selain itu bagi 100 tatung yang dianggap berpenampilan bagus masing-masing akan mendapatkan hadiah Rp1 juta. Ini diberikan oleh donatur dan ada tim khusus yang menilai dari hasil foto saat pertunjukan tatung. “Tapi pembayarannya tidak besok (hari ini), setelah dinilai 100 tatung itu akan dihubungi oleh panitia,” tandasnya.(bar)

Berita Terkait