Tatap Muka Anti ISIS

Tatap Muka Anti ISIS

  Kamis, 12 May 2016 10:32
TOLAK ISIS: Untuk mengantisipasi gerakan ISIS di Sanggau, Selasa (10/5) digelar tatap muka dan dilanjutkan penandatanganan surat pernyataan menolak paham ISIS. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Guna mengantisipasi gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sanggau, Selasa (10/5) kemarin, Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go S.Ik menggelar tatap muka bersama sejumlah tokoh masyarakat dan agama serta sejumlah remaja yang pernah terkait dengan kasus atribut organisasi terlarang tersebut.

Donny menyampaikan bahwa pertemuan tersebut guna memastikan bahwa para remaja yang sempat ditangkap dengan atribut ISIS tidak terindikasi dengan kelompok garis keras ini. “Pantauan selama dua bulan sudah kami lakukan. Bukan hanya polisi, tetapi juga pihak TNI. Jadi anak-anak ini memang tidak memahami tentang ISIS,” ujar dia memastikan.

“Awalnya satu orang yang ditangkap. Kemudian kami dalami, informasinya mereka membeli baju tersebut secara online. Sebatas itu saja. Tidak ada temuan lainnya selama kami pantau terus,” tambahnya kepada harian ini.

Guna mencegah hal serupa, dia akan melibatkan banyak pihak, diantaranya mulai dari tingkat RT/RW, Lurah/Kepala Desa, para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. “Anak ini memang tidak terlibat. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa perlakuan polisi ini akan sama kepada siapapun. Ini bukan reaktif, tapi memang sudah tugas kami,” tegas dia.

Ade Djuandi, selaku perwakilan keluarga dari remaja pengguna baju ISIS menyampaikan bahwa salah satu keponakannya beserta teman-temannya yang menggunakan baju ISIS meyakini bahwa mereka tidak masuk ke arah idiologis ISIS.

“Saya yakin Pak Kapolres, keponakan saya ini setelah saya amati dan pantau terus tidak masuk ke paham ISIS. Mereka menggunakan baju itu karena ketertarikan dengan tulisan arab, tidak ada motif lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Syariah Kantor Kementerian Agama Sanggau, Abdurrahman memberikan apresiasi kepada Polres Sanggau yang telah menyelenggarakan tatap muka bersama para tokoh dan keluarga dari remaja yang menggunakan baju ISIS.

“Sebenarnya mereka ini tidak tahu tentang idiologi ISIS, tetapi karena momentnya tengah hangat dibicarakan maka menjadi isu sensitif yang mencuat dipermukaan,” terangnya. 

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat, jika ada dakwah dari agama apapun yang bertentang dengan empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, maka dakwah tersebut tidak bisa diterima.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) pada Sabtu (23/1) sekitar pukul 21.30 menangkap EA (16) pelajar SMP karena menggunakan baju kaos ISIS. Untuk penanganan lebih lanjut, Sat Pol PP kemudian menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak Kepolisian Polres Sanggau. Hasil pengembangan Polres Sanggau, baju kaos tersebut dibeli dari Rn (21) yang mengaku membeli dari Uj (25) seharga Rp100 ribu. Setelah dilakukan pengembangan, didapati fakta bahwa mereka hanya mengikuti trend tidak memiliki motif lain.

Usai tatap muka, dilanjutkan penandatanganan surat pernyataan menolak paham ISIS oleh Ea, Rn dan Uj disaksikan semua pihak yang hadir. (sgg)

Berita Terkait