Tata Lagi Kampung Beting. Hilangkan Stigma Negatif Kawasan Merah

Tata Lagi Kampung Beting. Hilangkan Stigma Negatif Kawasan Merah

  Rabu, 11 November 2015 08:22
Gambar dari www.panoramio.com

Berita Terkait

PONTIANAK -  Kampung Beting di Kecamatan Pontianak Timur selalu disebut-sebut sebagai kawasan rawan peredaran dan penyalahguaan narkoba. Kawasan yang terletak di pinggiran Sungai Kapuas itu bahkan kerap dijuluki daerah ‘merah’.Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, saat ini Pemkot Pontianak sudah melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan Kampung Beting, seperti jalan gang, jamban, dan lainnya. Bahkan dalam waktu dekat, pemerintah Kota Pontianak akan melakukan penataan seiring pembangunan waterfront yang sudah berjalan.

“Masyarakat di Kampung Benting terlalu heterogen dan sangat terbuka. Siapapun yang keluar-masuk tidak bisa terpantau. Dalam waktu dekat ini akan membangun Pos Balai Kemitraan Polisi dan masyarakat (BKPM) di sana, guna memudahkan dalam mengawasi keluar masuknya orang di kawasan Kampung Beting,” kata Edi Kamtono saat menanggapi peredaran narkoba di Kampung Beting, kemarin (10/11).

Edi menambahkan, kalau untuk merelokasi masyarakat di Kampung Beting, menurutnya perlu dilakukan kajian, karena di sana ada kawasan budaya, yakni Keraton Kadriah dan Masjid Jami, serta memerlukan biaya yang sangat besar.Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto mengajak masyarakat Kampung Beting, di Kecamatan Pontianak Timur, untuk bersama-sama memerangi narkoba agar Beting tidak dijadikan tempat peredaran narkoba. “Untuk memberantas narkoba di Kampung Beting, kami memerlukan kerjasama masyarakat di sana. Apa mereka mau kampung mereka dijadikan sarang narkoba sehingga stigma negatif selalu menempel di sana," kata Arief Sulistyanto.

Arief menjelaskan, pihaknya pernah ketika melakukan razia di kawasan Kampung Beting, menemukan ada rumah penginapan dijadikan tempat untuk pembuatan bong alat pengisap sabu-sabu yang dilakukan oleh ibu-ibu di sana. “Untuk itulah perlu kerja sama semua pihak dalam mengubah stigma Kampung Beting yang selama ini selalu negatif,” ujarnya.Bila perlu, lanjut Kapolda, pemerintah membangun ulang kawasan Kampung Beting agar tidak kumuh. Sehingga tidak memungkinkan lagi dalam memudahkan aktivitas seperti tempat dijadikannya transaksi narkoba atau hal-hal negatif lainnya.

Sebelumnya, Kamis (5/11), tim Ditresnarkoba Polda Kalbar, mengamankan 10,75 kilogram sabu-sabu jaringan internasional, yang masuk dari Malaysia melalui PPLB Entikong dengan tujuan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur dari tersangka Dwi Kuswoyo (36).Dari pengakuan tersangka Dwi Kuswoyo, sabu itu akan dibawanya ke kawasan Kampung Beting atas perintah pemesan. Sayang Tim Polda Kalbar tidak berhasil mengungkap bandar narkoba tersebut.Belum lama ini Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak juga mengamankan narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 1 kilogram dari tangan pasangan suami istri di Kampung Luar Jalan Tanjung Raya I Pontianak Timur, Senin (9/11) sore. (arf)

Berita Terkait