Target 3.500 Pelanggan Baru

Target 3.500 Pelanggan Baru

  Rabu, 13 January 2016 08:29
MULAI UJICOBA: Petugas PDAM Tirta Dharma Ketapang melakukan ujicoba mesin pompa berkekuatan 40 liter perdetik di Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, kemarin (12/1). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Ketapang, M Taufik, menargetkan pada 2016 omo akan melayani sambungan baru sebanyak 3.500 pelanggan. Pihaknya berani menargetkan angka tersebut karena mesin pipa PDAM di Kelurahan Mulia Baru sebesar 40 liter perdetik telah mulai dioperasikan. Ujicoba pengoperasian mesin PDAM dilakukan mereka kemarin (12/1).

Taufik yakin dengan tambahan kapasitas 40 liter perdetik, dapat memberikan pelayanan yang maksimal untuk wilayah perkotaan Ketapang, khususnya Kecamatan Delta Pawan. "Jumlah pelanggan kita saat ini sekitar 4.500 pelanggan dengan kapasitas mesin 70 liter perdetik. Jadi dengan adanya penambahan mesin 40 liter perdetik, makanya kita dapat meningkatkan sambungan pelanggan maksimal sebanyak 3.500 pelanggan sepanjang tahun 2016 ini," prediksi dia, kemarin (12/1).

Saat ini cakupan pelayanan mereka di dalam Kota Ketapang hanya mencapai 36 persen. Dengan tambahan pelayanan sebanyak 40 liter perdetik dari mesin di Kelurahan Mulia Baru, kemudian ditambah 10 liter perdetik di Kecamatan Benua Kayong, dia kembali meyakini jika cakupan pelayanan mereka sampai tahun ini meningkat hingga 60 persen. "Kalau hari ini (kemarin, Red) hasil ujicoba tidak ada masalah, maka kita akan segera operasional kepada masyarakat khususnya di perkotaan Ketapang," jelasnya.

Ia memastikan jika penambahan mesin akan terus dilakukan mereka secara bertahap hingga 2019 mendatang. Ia kembali menargetkan pada 2018 akan melakukan penambahan mesin yang mampu memompa 100 liter perdetik, pada mesin yang terletak di Kelurahan Mulia Baru. "Target kita tahun 2019 mesin di Mulia Baru dapat mencapai 210 liter perdetik," ungkapnya.

Menganai persoalan kemarau yang selalu menjadi kendala setiap tahun, pihaknya juga akan memperoleh bantuan air baku dari Seheba. Saat ini, di sumber air baku tersebut, menurut dia, sudah dalam tahap pembangunan imtek dan jaringan ke mesin di Mulia Baru yang panjangnya mencapai 18 kilometer.

"Kita berharap dengan bantuan air baku ini maka kita dapat mengatasi kelangkaan air baku saat musim kemarau, karena biasanya saat kemarau kita berhenti beroperasional karena air baku terkontaminasi kadar garam yang tinggi, kemungkinan kalau pembangunan jaringan dari Seheba selesai, maka mulai tahun 2017 dapat digunakan sehingga operasional PDAM tidak berhenti walau musim kemarau," terangnya. (afi)

Berita Terkait