Target 10 Ribu Pohon, Penanaman Mangrove

Target 10 Ribu Pohon, Penanaman Mangrove

  Selasa, 23 February 2016 09:40
TANAM: Aksi penanaman mangrove di pantai Dusun Senggiring Desa Sungai Bakau Kecil. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Mempawah Mangrove Conservation (MMC) bekerjasama dengan WWF Indonesia melaksanakan aksi penanaman mangrove di kawasan pantai Dusun Senggiring, Desa Sungai Bakau Kecil, Minggu (21/2) pagi. Sebanyak 2000 bibit mangrove berhasil ditanam oleh ratusan volunteers.

Mereka yang berpartisipasi aktif dalam aksi penanaman tersebut mulai dari siswa SMA dan SMK di Kabupaten Mempawah, Mahasiswa MIPA Untan hingga masyarakat setempat yang tampak antusias mendukung penuh aksi tersebut.“Aksi penanaman mangrove ini merupakan kolaborasi antara MMC yang didukung oleh WWF Indonesia program Kalbar. WWF memberikan bantuan bibit dan anggaran operasional, MMC bersama masyarakat yang melaksanakan penananaman dilapangan,” terang Ketua MMC Mempawah, Raja Fajar Azansyah disela-sela aksi.

Pria kelahiran Pangkal Pinang 37 tahun silam itu mengungkapkan, MMC telah melaksanakan kegiatan konservasi mangrove di dua titik pantai di Desa Sungai Bakau Kecil. Yakni di Pantai Dusun Benteng Timur pada tahun 2013-2015 sebanyak 35 ribu pohon mangrove dan Dusun Senggiring pada tahun 2016 yang ditargetkan sebanyak 10 ribu pohon mangrove.“Dari data yang ada, setidaknya 2, 8 kilometer garis pantai di Desa Sungai Bakau Kecil ini telah mengalami abrasi. Bahkan, bisa dikatakan sepanjang pantai ini sudah tidak memiliki hutan mangrove,” paparnya.

Karenanya, sambung bapak dua anak itu, pada tahun 2016 ini pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap Desa Sungai Bakau Kecil dalam program penanaman mangrove. Sebab hutan mangrove diyakini mampu menekan dampak abrasi pantai yang setiap hari semakin meluas dan mengkhawatirkan.“Disamping itu, hutan mangrove juga menjadi bio shield bagi daratan untuk menahan ombak besar dan abrasi pantai. Makanya setelah aksi ini, kami terus melaksanakan pengawasan secara berkala setiap bulannya. Sebab, kami tidak akan meninggalkan mangrove yang sudah ditanam. Jika ditemukan ada bibit yang mati, maka akan dilakukan penanaman kembali,” tegasnya.

Terkait pola pengawasan secara berkala, Fajar yang juga PNS di BLHPBD Mempawah ini menyebut cukup berhasil diterapkan. Pada beberapa lokasi pantai yang sudah ditanami, saat ini sudah sukses menciptakan hutan mangrove yang rimbun.“Meski begitu, kami juga mengharapkan peran aktif Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Yakni dengan menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) perlindungan mangrove dan kawasan pesisir. Untuk Desa Sungai Bakau Kecil, Perdes itu sedang dalam proses. Mudah-mudahan pada tahun ini sudah rampung dan disahkan,” harapnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait