Tapal Batas Investigasi Berlanjut

Tapal Batas Investigasi Berlanjut

  Senin, 22 February 2016 09:15
Serli

Berita Terkait

TAPAL batas negera antara Negara Indonesia dan Malaysia di perbatasan Kapuas Hulu Serawak bagian Timur Malaysia ditenggarai sudah banyak yang hilang, rusak dan berubah. Untuk itu Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kapuas Hulu, Serli, S Sos MM memastikan, investigasi tapal batas negara oleh tim topografi Mabes TNI pada April tahun 2015 berlanjut hingga tahun 2019.

Program BNPP itu akan menyisir di lima kecamatan di Kapuas Hulu, Kecamatan Empanang, Puring Kencana, Badau, Batang Lupar dan Embaloh Hulu. “Nanti daerah yang terakhir di investigasi adalah Putussibau Selatan. Ini merupakan daerah yang sangat sulit,” terang Serli. Pra investigasi tahun 2015 berlangsung 50 hari, hasil investigasi akan dilihat, apakah ada tapal batas yang bergeser atau hilang.

“Jika hilang atau bergeser tentu di kambalikan atau di bangun sesuai kesepakatan kedua negara. Jika dibangun kembali tentu pada titik koordinat yang pernah disepakati sebelumnya,” ungkap Serli. Untuk kegiatan yang menyasar batas negara selama 50 hari itu di mulai dari Puring Kencana hingga  ke kecamatan Embaloh Hulu setelah itu baru dilanjutkan di Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

Dikatakan Serli, untuk daerah Putussibau selatan dan utara sangat berat. Karena tingkat kemiringan sangat tajam yakni 45-60 derajat. Dan tidak ada pemukiman penduduk, baik perbatasan Indonesia maupun Malaysia. “Di daerah ini sama-sama kawasan lindung, baik kawasan lindung Indonesia atau Malaysia. karenanya tidak ada pemukiman ditapal batasa kedua negara serumpun ini,” ungkap Serli.

Mantan Camat Boyan Tanjung ini mengatakan, tingkat kemiringan/jurang yang terjal itu merupakan salah satu kendala yang bakal di hadapi tim topografi. Karena untuk wilayah Putussibau Selatan dan Putussibau Utara ada beberapa daerah yang tidak bisa ditempuh dengan berjalan kaki. “Kemiringan pada batas berbeda-beda. Di Putussibau selatan, hanya bisa ditempuh pakai heli kopter,” terang dia.

BPP kabupaten kata Serli hanya memfasilitasi dan koordinasi. Karena ini merupakan program BNPP dan yang melakukan invesitgasi adalah tim topografi Mebes TNI.  “Kami tidak terlibat langsung. Karena yang melakukan investigasi adalah ahli bidangnya. Namun, kami tetap menjalin koordinasi dan komunikasi pada pihak-pihak terkait.Untuk mensukseskan kegiatan tersebut," pungkasnya.(aan)

Berita Terkait