Tanpa RAT, Bubarkan Saja

Tanpa RAT, Bubarkan Saja

  Senin, 22 Agustus 2016 10:11
/PENGARAHAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Muhammad Sukri menyampaikan pengarahan sekaligus membuka RAT Tahun Buku 2015 KUD Asmojaya Kecamatan Silat Hilir, Sabtu (20/8). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

NANGA SILAT – Sampai saat ini di Kapuas Hulu tercatat ada 140 unit koperasi aktif dan 600-an unit koperasi yang sudah dibubarkan. Dari jumlah tersebut, yang rutin menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) hanya 24 unit. Untuk itu, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu, Muhammad Sukri, meminta agar koperasi yang tidak pernah melaksanakan RAT segera dibubarkan.

“Saya minta koperasi yang tak pernah menyelenggarakan RAT dibubarkan,” tegas Sukri ketika ketika membuka RAT Tahun Buku 2015 Koperasi Unit Desa (KUD) Asmoja Kecamatan Silat Hilir, Sabtu (20/8) lalu. Dia minta agar pengelola koperasi menjalin koordinasi yang intens pada kepala wilayah atau camat. Pasalnya, dia menambahkan, kepala kecamatan merupakan pembina di setiap kegiatan yang diselenggarakan organisasi tingkat kecamatan.

Dijelaskannya, dalam pemerintahan terdapat tata kelola, demikian juga dengan koperasi. Untuk itu, dia berpesan agar mengikuti tata kelola tersebut. “Setiap anggota punya hak suara dalam RAT, maka anggota harus hadir,” tegas Sukri.

Dijelaskan dia, sesuai pasal 22 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, bahwa rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di dalam kehidupan berkoperasi. Karena, sambung dia lagi, anggota merupakan pemilik dan pelanggan dalam berkoperasi. Maka dalam forum RAT, ditegaskan dia jika anggota mempunyai hak untuk memberikan pendapat serta saran yang berhubungan dengan perkembangan koperasinya. “Terutama berkaitan dengan pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2015 lalu, maupun rencana kerja atau rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi tahun ini,” kata dia.

Sekda menyebutkan jumlah koperasi, KUD, KJKS, UJKS, hingga CU di Kabupaten Kapuas Hulu pada triwulan II tahun 2015, sebanyak 847 koperasi. Disebutkan dia bahwa dari jumlah tersebut, yang dibubarkan pada awal September 2015 sebanyak 320 koperasi di enam kecamatan. Sedangkan jumlah yang bakal dibubarkan pada 2017, dikatakan dia, sekitar 417 unit. Sementara koperasi yang benar-benar aktif sampai triwulan kedua  tahun ini, menurut dia, hanya sekitar 110 unit koperasi. Koperasi-koperasi yang dimaksudkan dia berupa KSP, CU, KUD, KPN, KSU, KOPKAR, Koperasi Madu, Koperasi Perikanan, Koperasi Pertanian, Koperasi Perkebunan Sawit, dan Koperasi lainnya. Dijelaskan Sukri bahwa koperasi tidak aktif namun belum dibubarkan, dapat mengaktifkan kembali melalui RAT sesuai ketentuan. Untuk itu Sukri berharap para penggiat koperasi segera menjalankan tugas dan fungsinya sesuai visi-misi koperasi itu sendiri.

Menurut Sukri, koperasi memiliki peran penting, karena merupakan ujung tombak ekonomi kreatif di sebuah daerah. Koperasi, ditegaskan dia, harus dijalan sebagaimana mestinya.

RAT Tahun Buku 2015 KUD Asmoja Kecamatan Silat Hilir tersebut diikuti Rayon 1 Desa Sungai Sena kebun plasma. Kemudian enam desa pada rayon 2 yakni di Desa Perigi, Sungai Sena, Setunggul, Nanga Nuar, Miau Merah, Bukit Penai, PB Penai, dan Pangeran.

“Saya tegaskan lagi, napasnya koperasi adalah di RAT itu sendiri, serta manajemen organisasi. Berjalan atau tidaknya koperasi tergantung bagaimana memanajemennya,” tegas Sekda.

Sebagai informasi, dalam pelaksanaan KUD Asmoja bermitra dengan PT RAP yang sudah berjalan hampir 10 tahun. Hadir dalam RAT tersebut, Kepala Disperindagkop Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chairul Saleh beserta jajaran dan unsur Muspika Silat Hilir.(aan)

 

Berita Terkait