Tangkap Bandar Judi, Bekuk Pelaku Penjambretan

Tangkap Bandar Judi, Bekuk Pelaku Penjambretan

  Selasa, 19 April 2016 11:43
BARANG BUKTI: Polisi menyusun barang bukti judi liongfu di Polresta Pontianak, Senin (18/4). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Seorang bandar judi liongfu bersama enam pemain ditangkap polisi. Para pemain adu ketangkasan tersebut ditangkap di Jalan Gusti Hamzah, Pontianak, Minggu (17/4). Mereka lantas dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan aktivitas yang melanggar hukum positif tersebut.

****

SELAIN mengamankan bandar dan pemain, polisi juga menyita sejumlah barang bukti permainan haram tersebut, yakni uang tunai sebesar Rp1,3 juta berserta satu set lapak judi. Para pecinta permainan itu pun langsung saat ini telah mendekam di tahanan, didata dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dari data yang didapat, salah satu tersangka judi yakni bandar diketahui merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Oditorat Militer Pontianak di Jalan Camar, yang diketahui sebagai bandar judi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan penangkapan terhadap bandar dan pemain judi jenis liongfu tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas perjudian yang kerap berlangsung di persawahan.

Dari informasi tersebut, lanjut dia, dilakukanlah penyelidikan, dan pada saat anggota mendatangi lokasi yang diinformasikan benar ditemukan tujuh orang sedang asik bermain judi. “Mereka yang berada di lokasi tidak dapat mengelak karena ditangkap saat sedang bermain,” kata Andi, Senin, (18/4).

Andi menuturkan dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengakui perbuatannya dan permainan judi tersebut sudah sering dilakukan. “Sesuai dengan perbuatannya, maka para tersangka akan dikenakan pasal 303 dengan ancaman pidana penjara selama sepuluh tahun,” tegas Andi Yul.

Salah satu tersangka, yakni bandar judi, CP berdalih permainan judi tersebut dilakukan karena berdasarkan permintaan teman-temannya. “Saya dihubungi kawan-kawan untuk ngumpul-ngumpul sambil iseng-iseng main judi,” katanya.

Tersangka menuturkan, karena sepakat dengan ajakan itu, ia pun bersedia menjadi bandar dan akhirnya permainan itu berlangsung di persawahan. “Ada dua kalilah kami main. Karena saya bandar, saya siapkan modal. Waktu itu pas lagi hitung uang, tiba-tiba ada orang datang, saya kaget kira siapa? Rupanya polisi,” ucap pria berusia 55 tahun itu.

Tak hanya menangkap aktivitas perjudian, polisi di Pontianak Timur menangkap Tz yang diduga melakukan penjambretan. Ia diketahui melakukan aksi kejahatan jalanannya di Jalan Veteran, Pontianak Selatan pada 14 April lalu. Bersama seorang temannya, P yang saat ini telah masuk daftar pencarian orang, para pelaku merampas tas milik seorang pengendara.

Hasilnya satu unit telepon genggam dan uang tunai berhasil digasak. Polisi yang menerima laporan kejahatan yang dialami korban pun langsung melakukan penyelidikan, hasilnya Tz ditangkap berkat kartu telepon yang dijualnya kepada seseorang.

“Sebelum Tz ditangkap, diamankan saksi yang memegang kartu telepon korban. Dari keterangan saksi, jika kartu tersebut dibeli ari Tz,” kata Wakasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Kemas Abdul Aziz, Senin (18/4).

Dari keterangan pembeli kartu, lanjut dia, akhirnya diketahuilah identitas dan alamat pelaku kejahatan, sehingga dilakukanlah penangkapan dikediamannya di Pontianak Timur pada Minggu malam, (17/4).

Aziz menjelaskan, dari pengakuan tersangka, aksi kejahatan jalanan tersebut dilakukannya bersama seorang pelaku lainnya, yakni P. Dimana saat sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu mengintai calon korbannya di depan Gedung Kartini. “Mereka mengintai wanita yang mengendarai motor sambil menggendong tas,” ucap Aziz.

Saat beraksi, dia menambahkan, Tz bertugas merampas tas korban sementara pelaku lainnya mengendarai motor. “Dari pengakuan, mereka sudah beraksi sebanyak dua kali. Dimana pada aksi yang kedua, Tz mendapat hasil berupa kurang lebih Rp200 ribu dari P,” ungkap Aziz.

Aziz menegaskan untuk memberi keamanan kepada masyarakat, pihaknya akan terus berupaya memburu para pelaku kejahatan yang telah meresahkan. “Satu pelaku masih dalam pengejaran, sementara untuk pasal dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun,” tegas Aziz.

Tersangka, Tz mengaku jika dirinya melakukan aksi tersebut berdasarkan ajakan temannya P. “Saya memang lagi butuh uang, jadi waktu diajak mau saja. Uang yang diberi P saya pakai hanya untuk beli makan,” kata pria 21 tahun itu.

Tz mengaku bersama P, ia sudah beraksi dua kali, namun baru yang keduanyalah mendapatkan hasil. “Masalah jual barang hasil curian itu yang urus P, saya hanya dikasi uang,” dalihnya.  (adg)

 

Berita Terkait