Tangkal Radikalisme, Terorisme dan Komunisme

Tangkal Radikalisme, Terorisme dan Komunisme

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
MEMPAWAH- DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Barat dalam waktu dekat akan melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI tahun 2016.

MEMPAWAH- DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Barat dalam waktu dekat akan melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI tahun 2016. Agendanya pemilihan pengurus baru dan penyusunan program kerja. Ada empat klaster program kerja yang akan dilaksanakan LDII mendatang.

“Klaster pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, pengembangan dakwah. Klaster ketiga, pengembangan ekonomi syariah dan penguatan ideologi pancasila. Terakhir, bela negara,” ungkap Sekretaris DPW LDII Kalimatan Barat, Susanto, SE, ME kepada Pontianak Post, Rabu (24/8) siang.

Dalam merumuskan program kerja tersebut, Susanto menerangkan, LDII telah membentuk panitia pengarah. Yakni di Ketuai oleh  Ir. H M Nurchozim, beranggotakan Mulyadi Safwan, M.Ma, H Kusnandar, SP, Dr. Ir. Gontom Citoro Kifli, M.Si, Drs. H Erlis Alnur, H Agus Prayitno, SH serta Susanto, SE, ME.

“Untuk perumusan setiap program kerja ini, kita lebih dahulu melakukan audiensi dengan lembaga dan instansi terkait. Misalnya, Kodam Tanjungpura terkait program penguatan idiologi dan bela negara. Kemudian, audiensi bersama Polda Kalbar berkenaan merebaknya faham radikalisme, terorisme hingga gerakan komunisme gaya baru,” tuturnya.

Disamping berbagai hal tersebut, Susanto mengaku pihaknya turut memperhatikan isu lingkungan yang terjadi di masyarakat. Seperti, maraknya pembakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun pelestarian alam dan lingkungan dari ancaman kerusakan.

“Permasalahan lingkungan tersebut bukan hanya jadi tanggungjawab pemerintah saja, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk didalamnya lembaga keagamaan. Makanya, LDII merasa memiliki peranan untuk mensosialisasi dan mengakampanyekan gerakan penyelamatan lingkungan dalam setiap dakwah,” pendapatnya.

Sehingga, lanjut dia, dalam setiap kegiatan dakwah tidak hanya mendapatkan ilmu agama, melainkan juga melaksanakan sosialisasi penyelamatan lingkungan dan alam dari ancaman kerusakan. LDII menyerukan agar seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing.

“Dakwah dengan melaksanakan tindakan penyelamatan lingkungan dan alam sudah pernah dilaksanakan LDII. Yakni melalui program LDII Go Green. Namun, wilayah cakupan program tersebut belum begitu luas. Kedepan, kegiatan pelestarian alam dan lingkungan harus lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Terakhir, imbuh Susanto, program strategis lain yang akan dijalankan LDII yakni pengembangan dan peralihan sistem ekonomi, dari konvensional ke syariah. Sasaran utamanya seluruh masyarakat, agar dapat menerapkan sistem ekonomi syariah dalam praktek bermuamalah.

“Dalam setiap dakwah, para dai LDII akan menyampaikan pesan-pesan baik dalam bentuk himbauan maupun seruan terhadap isu-isu lingkungan maupun sektor perekonomian dan lainnya,” tukas Susanto.

Muswil ke-VI LDII Kalimantan Barat rencananya akan dihelat pada tanggal 19-20 September 2016 di Rumah Adat Melayu, Pontianak. Muswil akan diikuti ratusan peserta dan peninjau dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.(wah)