Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:21
SEMANGAT : Salah satu peserta lomba makan kerupuk terlihat bersemangat untuk menghabiskan kerupuk yang digantung di tali. AHMADSOFIE/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KETAPANG - Sudah menjadi tradisi setiap kali perayaan hari kemerdekaan RI selalu dirayakan dengan berbagai jenis hiburan dan perlombaan. Selain sebagai wujud rasa syukur, berbagai jenis hiburan dan perlombaan tersebut digelar untuk memberikan hiburan sekaligus silaturahmi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh mantan Bupati Ketapang, Henrikus, beserta keluarganya. Bertempat di kediamannya di Jalan KH Mansyur, Henrikus mengundang puluhan anak-anak untuk datang mengikuti berbagai jenis perlombaan rakyat. "Kita memberikan hiburan sekaligus hadiah kepada mereka," katanya.

Berbagai jenis perlombaan seperti makan kerupuk, lari kelereng, memasukkan paku dalam botol dan beberapa perlombaan lainnya sengaja digelar di kediamannya sebagai bentuk ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI. "Bagi yang memenangkan lomba diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dari keberhasilannya," jelasnya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang ini juga mengungkapkan, perlombaan ini juga untuk mengenalkan kepada anak-anak makna Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tidak hanya diisi dengan berbagai macam perlombaan, namun juga aksi nyata untuk membangun bangsa. "Intinya tidak mengisi perayaan kemerdekaan ini dengan hal-hal negatif," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk menanamkan rasa nasionalisme atau kecintaan terhadap Tanah Air kepada anak-anak sejak dini sangat penting. Menceritakan betapa beratnya perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan Indonesia. Oleh karena itu, rasa cinta terhadap Indonesia harus ditanamkan sejak kecil agar kelak bisa berbakti kepada negeri.

"Sebagai orangtua, tugas kita adalah mendidik dan mengajarkan hal positif kepada anak. Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Di tangan merekalah  masa depan bangsa ini berada. Selain mengenalkan makna kemerdekaan, kita juga harus mengajarkan bagaiman bukti nyata cinta terhadap bangsa," tegasnya.

Sementara itu, Riniwati Henrikus, mengatakan, HUT Kemerdekaan ini merupakan moment atau ajang silaturahmi antar keluarganya dengan masyarakat Ketapang. "Meski bapak (Henrikus; red) tidak menjabat Bupati lagi, tapi kita ingin talisilaturahmi dengan masyarakat jangan sampai terputus," kata Riniwati. Ia mengungkapkan, perlombaan yang diselenggarakan kebanyakan untuk anak-anak. Tujuannya juga untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan dan kenegaraan terhadap anak-anak. Ia berharap anak-anak Ketapang menjadi harapan positif bagi daerah dan negara. "Menumbuhkan jiwa kebangsaan dan kenegaaran terhadap seseorang harus dimulai sejak dini, sejak anak-anak," ujarnya. (afi)

Berita Terkait