Tanamkan Kecintaan pada Ideologi di Kepulauan Terluar

Tanamkan Kecintaan pada Ideologi di Kepulauan Terluar

  Rabu, 24 Agustus 2016 09:45
TATAP MUKA: Kegaiatan tatap muka bersama masyarat di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

PROGRAM Penyuluhan bahaya radikalisame dan anti Pancasila itulah yang saat ini terus berlagsung. Mengenai hal ini, direktur Polair Polda Kalbar, Kombes Pol Alex Fauzi Rasad melalui kepala Satuan (Kasat) Polda Dit Polair, AKBP Ongky Isgunawan, menjelaskan jika program ini diperuntukan bagi masyarakat yang berada di pesisir, baik sungai maupun pantai. Seperti yang dilakuakan mereka di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, 17 Agustus lalu.

 
Di Desa Padang sendiri, diakui dia, menjadi tempat kali ke-33 dalam pelaksanaan program tersebut.  Ia mejelaskan, dalam kegiatan terdapat berbagai kegiatan mereka gelar, salah satunya bersama-sama meyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama masyarakat tentunya bertujuan untuk menigkatkan rasa nasionalisme, cita kepada Pancasila, yang selanjutnya ada penyerahan bantaun berupa bahan bangunan yang sebelumnya telah dilakukan surfei,” terangnya usai turut serta dalam pegibaran bendera Merah Putih di dasar laut Desa Padang, Kepulauan Karimata, menyongsong Sail Selat Karimata 2016.

Mengenai program ini, disebutkan dia, merupakan progaram dari Mabes Polri. Dit Pol Air sendiri, dikatakan dia, hanya sebagai perpanjangan tangan untuk menjalankan program tersebut.  Sedangkan untuk bantuan tersebut, langsung diserahkan mereka kepada pihak desa yang selanjutnya dapat digunakan oleh masyarakat. “Untuk bantuan tersebut meliputi 150 keping seng, 50 zak semen, empat set perlengkapan rebana, bolavoli dan bola kaki masing-masing 20, serta 10 netnya. Kalau untuk bahan bangunan, (dipergunakan) untuk musala. Semoga aja apa yang telah kita sampaikan kepada masyarakat dapat digunakan sebaik mungkin,” harap mantan Kasat Reskrim Polres Ketapang tersebut.

Pada kegiatan tersebut mereka turut menyampaikan mengenai materi paham radikalisme. Tujuannya, agar masayarakat dapat paham dan tahu agar tidak dapat tergoda akan paham tersebut. “Karena paham tersebut sangat menyimpang dengan paham negara kita, maka dari itu kita sampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya kita melakukan penandatanganan deklarasi yang menyatakan bahwa masyarakat di Desa Padang menolak gerakan paham gerakan menyimpang tersebut. Penandatanganan tutut dilakukan oleh desa, masyarakat, dan para tokoh agama,” katanya.

Mengenai hal ini, dirinya berharap kepada masyarakat untuk dapat mecintai Negara Republik Indonesia. Dirinya juga berpesan kepada msyarakat, jika memang melihat ada hal yang aneh terkait hal ini, sebaiknya untuk dapat segera melapor kepada pihak terkait. Baik desa serta camat, yang dilanjutkan kepada pihak kepolisian.

Progam ini baru kali pertama yang akan berlanjut seterusya, yang menjadi sasaran masyarakat pesisir. Karena untuk di Kalbar memang untuk masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, diakui dia, begitu banyak. “Kapada pihak desa pun kita ada mememberikan piagam deklarasi yang akan dipajang di kantor mereka, agar tetap ingat atas apa yang telah dideklarasikan oleh mereka, terkait penolakan paham-paham menyimpang itu,” katanya. (*)

 

Berita Terkait