Tanam 200 Pohon Demi Keberlangsungan Orangutan

Tanam 200 Pohon Demi Keberlangsungan Orangutan

  Senin, 30 November 2015 09:52
PENANAMAN POHON: Peserta penanaman 200 pohon di area reboisasi koridor orangutan Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Jumat (27/11) lalu. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Alam Sehat Lestari (Asri) merupakan lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang sosial. Program mereka mencakup bidang kesehatan manusia dan pelestarian alam di pedalaman Indonesia. Kali ini mereka bersama warga, pelajar, pencita alam, para turis, dan peserta lainnya melakukan penanaman 200 pohon di area reboisasi koridor orangutan di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Jumat (27/11) lalu. DANANG PRASETYO, Sukadana

PAGI itu, tepatnya pukul 07.00 WIB, disambut dengan hari yang begitu cerah, kami beserta para rombongan Asri bergerak menuju lokasi. Kami harus melewati jalan yang cukup menantang bagi pengendara. Kami melewati tebing bukit, dilanjutkan dengan harus melawati jembatan membentang yang terbuat dari pohon dengan berjalan kaki. Hal ini tentunya cukup memicu andrenalin bagi peserta.

Apa yang kami lalui tersebut tentu menjadi tantangan bagaimana perjuangan untuk menanam pohon di area tersebut. Tak lepas tampak keceriaan dari raut wajah para peserta yang tergabung dalam reboisasi koridor orangutan. Selanjutnya, kami diberikan satu persatu bibit jenis pohon yang telah disediakan untuk ditanam di lokasi yang telah ditentukan.

Dikatakan koodinator Reboisasi Asri Sukadana, Fransiscus Xaverius, kegiatan menanam pohon ini merupakan bagian dari kegiatan rutin. Bahkan mereka selalu melaksankannya pada akhir tahun, yang dilakukan di berbagai berbagi lokasi kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Kegiatan ini, menurut dia, bertujuan untuk memberikan penghargaan serta apresiasi bagi semua karyawan tergabung di Asri, yang juga melibatkan masyarakat. Selain itu, dia menambahkan jika kegiatan ini turut melibatkan berbagi pihak, termasuk para pelajar yang bergabung pada kegiatan menanam pohon. “Tujuannya agar mereka dapat mengetahui sejak usia dini, betapa pentingnya dalam menanam pohon untuk kelestarian alam kita bersama. Terlebih, pada daerah hutan ini terdapat orangutan. Hal ini dibuktikan atas terekamnya oleh kamera yang telah kita pasang di berbagai titik,” terang Fransiscus, usai kegiatan penanaman pohon.

Adapun berbagai jenis pohon yang ditanam mereka seperti ubah, melangsing, medang, dan jenis lainnya. Jenis pohon itu semua diperoleh mereka dari hasil semaian. Mereka memilih jenis-jenis pohon tersebut karena sudah beberapa kali melihat orangutan mencari makan dari pemasangan camera trip. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menanam dan nantinya akan menjadi bahan makanan primata-primata langka dan hewan lainnya di sana.

“Tentunya untuk jenis pohon yang kita tanam ini akan menjadi makanan orangutan serta hewan lainnya. Sedangkan untuk jumlah pohon yang kita tanam sebanyak 200 pohon. Semoga saja untuk ke dapannya dapat lebih banyak lagi, seperti yang kita harapkan bersama. Selain itu, kegiatan ini, kita juga bekerja di bawah naungan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP),” paparnya.

Ia berharap dengan kegiatan ini, secara tidak langsung dapat memberikan doktrin dan menambah wawasan kepada para pelajar SMP dan SMA, serta para peserta lainnya. Karena, sambung dia, khusunya untuk Kabupaten Kayong Utara, terdapat nilai yang lebih, di mana terdiri dari hutan yang bagus dan satwanya, serta kawasan parawisata.

“Semoga saja apa yang telah kita lakukan dapat memeberikan manfaat bagi satwa yang ada di sini (Kayong Utara, Red). Selain itu, pada poin pentingnya kegiatan ini dapat membiasakan diri kita untuk menanam pohon dan selalu menjaga kelestarian alam ini,” harap Fransiscus.

Rizal Komarudian, salah satu peserta mengaku sangat antusias sekali dalam mengikuti green day yang diselenggarakan oleh Asri tersebut. Karena, diakui dia, ini baru kali pertama dia terlibat langsung dalam penanaman di kawasan TNGP. “Saya sangat berharap kegiatan ini bisa sering sering dilakukan, dengan melibatkan semua elemen masyarakat, untuk menanamkan rasa cinta dan memiliki serta menjaga TNGP, agar tetap utuh untuk keberlangsungan hidup satwa langka khususnya primata orangutan,” harap salah satu pemerhati lingkungan tersebut. (*)

 

Berita Terkait