Tanah Suci Mencapai 42 Derajat Celsius, Tips agar Jamaah Tetap Sehat

Tanah Suci Mencapai 42 Derajat Celsius, Tips agar Jamaah Tetap Sehat

  Minggu, 7 Agustus 2016 13:49
FOTO AFP

Berita Terkait

KONDISI jamaah haji reguler tahun ini tidak banyak berbeda dengan tahun lalu. Mayoritas jamaah haji yang akan diberangkatkan merupakan kelompok risiko tinggi. Yakni, mereka yang berusia di atas 60 tahun dan mengidap suatu penyakit. Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit hipertensi dan diabetes masih mendominasi. 

Sekjen Kemenkes Untung Suseno menuturkan, pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut. Kemenkes sudah membentuk tim promotif-preventif yang terdiri atas 18 orang. 

Mereka ada di Jeddah. Kemudian, petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) sudah dilatih untuk mobilisasi sesuai situasi dan kondisi dengan memperhatikan pola pergerakan jamaah haji. 

Selain itu, untuk penguatan penyelenggaraan kesehatan di setiap daerah kerja (daker) dan Armina (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Kemenkes membentuk tim gerak cepat.

”Penguatan sistem komunikasi dan informasi antardaker serta integrasi kerja antara PPIH, tim asistensi, serta tim pendukung lainnya juga telah dilakukan,” kata Untung.

Sebagai informasi, petugas yang akan melayani jamaah haji terbagi menjadi dua. Yaitu, lima petugas yang menyertai jamaah di setiap kloter dan petugas PPIH Arab Saudi yang dimobilisasi untuk tugas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jamaah haji. 

Kondisi panas selama di Tanah Suci memang harus menjadi catatan penting bagi calon jamaah haji. Apalagi, cuaca ekstrem sedang melanda Madinah, kota pertama yang dikunjungi jamaah pada kloter pertama. 

Berdasar penelusuran, suhu di sana tercatat cukup ekstrem. Saat siang, suhu bisa mencapai 42 derajat Celsius. Beranjak sore, suhu turun menjadi 38 derajat Celsius. Kelembapan udara pun hanya mencapai 16 persen. 

Kondisi tersebut tentu jauh berbeda dengan tanah air. Di Jakarta saja, suhu hanya mencapai 33 derajat Celsius dengan kelembapan rata-rata 49 persen. 

Dengan perbedaan suhu dan kelembapan itu, menurut dokter Ari Fahrial Syam, gangguan kesehatan yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Gangguan itu mungkin terlihat sederhana, tapi tak boleh disepelekan. 

Sebab, dehidrasi yang berlanjut dengan disertai paparan panas terus-menerus bisa menjadi heat stroke. Yakni, kegagalan tubuh untuk melakukan pendinginan, baik dengan cara berkeringat maupun penguapan dari kulit, karena suhu panas sekitar. 

Kondisi heat stroke akan mengakibatkan suhu tubuh naik sampai di atas 40 derajat Celsius disertai terjadinya penurunan kesadaran. Bahkan, bisa mengakibatkan kematian. 

Staf pengajar ilmu penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menuturkan, gejala awal penyakit tersebut bisa dikenali berupa kram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat yang berlebihan, dan BAK (buang air kecil) yang berubah menjadi keruh dan kuning. 

”Gejala dan tanda awal ini harus dikenali para jamaah,” tuturnya. 

Data di Kemenag menunjukkan kelompok usia 41–50 tahun mendominasi antrean haji dengan jumlah 967.316 orang. Kemudian, disusul kelompok usia 51–60 tahun dengan jumlah 820.668 orang. 

Jamil menuturkan, selama ini Kemenag memprioritaskan calon jamaah usia lanjut untuk bisa segera berhaji tanpa menunggu antrean normal.

Mengenai cuaca ekstrem yang mengancam calon jamaah, Kemenkes telah meminta pihak Arab Saudi untuk menyediakan air zamzam yang lebih dingin dengan menambahkan es batu. PPIH pun ditugasi untuk terus mengingatkan jamaah agar terus minum air putih selama di sana. 

Untuk jamaah haji, Kemenkes berpesan agar selalu menjaga pola hidup sehat dan bersih. Jamaah diimbau rajin mencuci tangan. Itu dilakukan untuk menghindari terjangkitnya penyakit Middle East respiratory syndrome corona virus (MERS-CoV). 

Sebagai informasi, petugas yang akan melayani jamaah haji terbagi menjadi dua. Yaitu, lima petugas yang menyertai jamaah di setiap kloter dan petugas PPIH Arab Saudi yang dimobilisasi untuk tugas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jamaah haji. (mia/wan/c10/sof ) 

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait