Tamu Hotel dan Kos Tunjukkan Identitas Diri

Tamu Hotel dan Kos Tunjukkan Identitas Diri

  Jumat, 29 January 2016 09:08
TATAP MUKA: Kegiatan tatap muka Kapolres Sambas, Kakanmenag Sambas bersama kepala desa‎ dan Babinkamtibmas di wilayah Kabupaten Sambas kemarin. Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

 

 

 

SAMBAS—Kapolres Sambas AKBP Sunario meminta seluruh kepala desa dan Babinkamtibmas serta warga di wilayah Kabupaten Sambas untuk bersama-sama mencegah konflik sosial terkait adanya Gafatar atau paham radikalisme dan anti Pancasila.

“Kita minta masyarakat, kepala desa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda jangan mudah terpengaruh adanya Gafatar maupun aliran kepercayaan yang menyesatkan,”ungkapnya di hadapan seluruh peserta tatap muka bersama kepala desa, Babinkamtibmas, perwakilan tokoh agama dan masyarakat di aula Polres Sambas, Kamis (28/1) kemarin.

Bahkan jika memang ada hal mencurigakan yang terindikasi Gafatar, maka kapolres meminta untuk segera melaporkan ke aparat. “Jangan terpancing apalagi terprovokasi, laporkan ke polisi biar ditindak sesuai hukum berlaku,” imbau Kapolres.Salah satu poin terpenting dalam pertemuan itu, kata Kapolres, kepala desa bersama Babimkamtibmas, Babinsa harus bekerja sama saling tukar informasi terkait adanya gerakan-gerakan yang dianggap terlarang oleh pemerintah seperti Gafatar. Caranya, kata Kapolres, dengan mengetahui penduduk. “Jadi ditekankan pendataan penduduk menjadi hal penting, sehingga kepala desa melalui perangkatnya mengetahui penduduk desa setempat,”katanya.

Termasuk, kata dia, kades dan Babinkamtibmas bekerjasama dengan pemilik hotel, penginapan dan kos-kosan.”Jadi setiap tamu atau pengunjung yang akan menginap di kos, hotel harus dimintakan identitas aslinya baik melalui KTP atau tanda pengenal lainnya. Jangan sebatas ditanya dan dijawab calon tamu hotel atau calon penghuni kos, lihat KTP-nya,” pinta Kapolres.

Tentunya, kata dia, diharapkan perihal ini diketahui masyarakat juga melalui kepala desa dan Babinkamtibmas. Intinya, kata dia, kepala desa harus mengenal penduduknya. “Upaya ini sebagai bentuk pencegahan adanya gerakan seperti Gafatar ini maupun aliran kepercayaan yang dianggap menyesatkan,” katanya.

Seperti kejadian beberapa hari lalu, adanya pelarian anggota Gaftar dari Singkawang ke wilayah Kabupaten Sambas yang ingin menginap di salah satu hotel di Pemangkat, namun keenam orang tersebut dan berhasil diamankan Polres Sambas.  Selain proaktif kades dalam mendata penduduk, kepolisian juga memetakan wilayah yang rawan akan dijadikan lokasi pelarian atau persembunyian Gafatar seperti di wilayah transmigrasi atau pinggiran pantai. “Kita akan terus monitor dan meminta bantuan kerjasama kepala desa, babinkamtibmas, dan masyarakat, karena tidak menutup kemungkinan kelompok Gafarat ini ada di sekeliling masyarakat kita,” katanya. (har)

Berita Terkait