Tampilkan Produk Makanan Olahan Pangan Lokal

Tampilkan Produk Makanan Olahan Pangan Lokal

  Sabtu, 21 Oktober 2017 09:59
STAN PAMERAN: Stan berbagai daerah yang mengikuti pameran hari pangan sedunia ke 37 di Makodam XII Tanjungpura Kubu Raya.HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Hasil Pangan Lokal Kalimantan Barat

Banyak makanan nikmat dari hasil olahan pangan lokal di Kalbar. Ada kerupuk basah, amplang, dan tentu masih banyak lagi. Hasil olahan pangan lokal ini kini ditampilkan di sejumlah stan dari kabupaten yang ada di Kalbar, pada pameran yang digelar di Makodam XII Tanjungpura dalam peringatan hari pangan sedunia.    

GUSTI EKA, Pontianak

HARI Pangan Sedunia yang diperingati pada 19 oktober ini menampilkan ratusan stan dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat tiga tenda besar yang berdiri di halaman Makodam XII Tanjungpura, Kubu Raya. Di dalam tenda besar tersebut berdiri sejumlah stan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Provinsi-provinsi tentangga, seperti Kaltim, Kalteng, Kaltara, Kalsel hadir pada pameran tersebut, tak hanya itu sejumlah provinsi yang berasal dari pulau jawa juga hadir, bahkan berbagai provinsi di Sulawesi, Sumatra dan provinsi di timur Indonesia turut hadir dalam pameran tersebut.

Pameran tersebut menampilkan sejumlah stan yang menyajikan sejumlah makanan yang berasal dari daerah tersebut. Bahkan stan beberapa daerah di Kalbar menampilkan ke khasannya dengan menyajikan makanan yang berasal dari bahan pangan lokal. Tak hanya itu, stan-stan juga dihiasi dengan berbagai latar budaya setempat.

Seperti stan Kapuas Hulu yang diserbu oleh banyak pengunjung pada hari pertama. Siang itu, ketika hari pangan sedunia dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, banyak pengunjung dan sejumlah pejabat berkeliling ke stan-stan untuk mengetahui apa saja yang di sajikan pada stan tersebut.

“Kami menampilkan menu unggulan lokal Kapuas Hulu. Salah satunya kerupuk dari ikan yaitu kerupuk basah. Lalu ada beras raja uncak beras yang organik serta madu hasil hutan di stan kami,” kata Joko Sutoyo, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurut Joko, kerupuk basah merupakan makanan khas Kapuas Hulu dan juga Kalbar. Makanan yang terbuat dari olahan ikan ini, kata dia, menunjukkan kekayaan daerah yang terdapat danau tersebut, terhadap pangan lokal terutama kekayaan ikannya.

Kerupuk basah atau yang dikenal masyarakat Kapuas Hulu dengan Temet itu dapat dibuat dari bahan dasar ikan, seperti ikan jenis belidak, baong, toman dan sejumlah jenis ikan lainnya. Namun ikan belidak menjadi favorit masyarakat dalam membuat kerupuk basah.

“Ikan belidak paling disukai, karena punya kualitas lemaknya yang sangat enak untuk dibuat temet atau kerupuk basah,” kata Joko di depan Stan Kapuas Hulu.

Tidak hanya kerupuk basah, terdapat hasil olahan lainnya yang disajikan stan tersebut. Seperti ikan asin, dan juga jukut atau pekasam, atau ikan yang diolah dari ikan dengan dilakukan pengasaman. Hasil olahan ikan tersebut merupakan jenis ikan yang bersumber dari sungai Kapuas, ataupun Danau Sentarum yang menjadi ikon bagi Kapuas Hulu bahkan Kalbar.

Joko mengatakan dalam hari pangan sedunia ini, pihaknya ingin berpartisipasi dalam meningkatkan pemberdayaan melalui pangan lokal sehingga menuju ketahanan pangan. Serupa dengan Kabupaten Kapuas Hulu, stan di Kabupaten Mempawah juga menampilkan ke khasan dari daerahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Juniardi, Kepala Seksi Ketersediaan Keamanan Ketahanan Pangan Dinas pertanian pangan dan perikanan Kabupaten Mempawah. Stannya menampilkan penataan menu pangan lokal yang berbasis bahan pangan penganti beras.

“Ini display, itu penataan menu pangan lokal yang berbasis bahan pangan pengganti beras. Jeli, jagung, ubi kayu, ubi rambat, yang menjadi alternatif pengganti beras yang juga mengandung karbohidrat,” katanya.

Display yang disajikan ditampilkan di depan stan, layaknya tumpeng yang memiliki warna yang beragam, display yang ditampilkan diselimuti kelambu sehingga terlihat unik dan menarik. Tidak hanya itu, di stannya juga menawarkan makanan yang disajikan dengan saprahan dan juga berbagai minuman lokal mempawah.

Seperti minuman sirup yang terbuat dari buah mangrove, belewah dan juga lapom tanaman liar yang diolah menjadi minuman. Menurut Juniardi, Lapom merupakan tanaman liar diolah dan bisa jadi minuman. Lapom tidak ada di tempat lain, kata dia, jenis buah hutan ini sangat berpotensi di Mempawah. Bahkan sudah di kemas dalam bentuk botol.

Stan-stan lainnya juga menampilkan bahan pangan lokal. Seperti Kabupaten Sambas yang dikenal dengan jeruk sambas. Masih banyak daerah lainnya yang menampilkan bahan pangan lokal daerahnya. Hal ini ikut menyemarakkan hari pangan sedunia. (*) 

Berita Terkait