Taman Penyegar di Tengah Kota

Taman Penyegar di Tengah Kota

  Sabtu, 6 February 2016 12:36
Taman Alun-alun Kapuas

Berita Terkait

Aktivitas masyarakat kota begitu tinggi dengan segala rutinitas kesehariannya. Tingginya aktivitas tak jarang membuat sebagian orang sulit meluangkan waktu bersantai sekadar menghilangkan penat di kepala. Kehadiran taman-taman kota bisa jadi pilihan sebagai tempat melepas lelah usai bekerja seharian. Sebagian orang mengaku, melihat pepohonan dan bunga-bunga di sekeliling taman, dapat mengurangi beban masalah.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

ANGIN berhembus sepoi-sepoi. Semilir angin itu turut menggoyang pepohonan dan bunga-bunga di sekitar Taman Akcaya pagi minggu. Bunga segar baru mekar jadi pemandangan menarik, namun sebaliknya dedaunan dan bunga yang tak ranum ikut berguguran akibat hembusan angin kecil itu.

Tak seperti hari kerja, di hari libur sebagian masyarakat meluangkan waktu ke taman ini. Masyarakat menyebutnya “Taman Akcaya”. Taman yang terletak di Jalan Sutan Syahrir Abdurahman jadi satu pilihan untuk tempat bersantai melepas penat dengan peliknya kehidupan di kota urban.

Wijaya salah satu warga Gang Rawasari II, Kecamatan Pontianak Kota tampak menikmati suasana pagi di taman itu. Beberapa detik matanya dipejam, hidungnya menghirup udara segar di sekitaran taman. Sesekali ia melakukan stretching untuk merenggangkan otot-otot kaku yang mungkin sudah lama tidak melakukan olahraga. Tak berapa lama berdiri, ia duduk kembali sembari mengambil smartphone di kocek sebelah kanannya sambil mengutak-atik atau melihat beberapa pesan yang masuk.

“Tiap libur, saya selalu ke taman ini. Entah hanya bersantai atau melakukan olahraga ringan, pasti saya ke sini. Memang keberadaan taman ini tidak seramai taman lain di Pontianak. Namun tak tau mengapa, hati saya senang jika melihat taman,” kata pria berumur 31 tahun itu.

Keberadaan taman bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak. Hal itu turut dirasakan Slamet warga Kecamatan Pontianak Kota. “Keberadaan taman di Kota Pontianak jadi satu tempat ruang terbuka hijau. Tingginya jumlah kendaraan di Pontianak turut berdampak, salah satu adalah polusi udara. Di taman kita masih bisa merasakan kesegaran udara, terlebih jika kita berkunjung di pagi hari,” ungkapnya.

Sebagai warga Pontianak, tentu mendukung apa yang dilakukan Pemkot Pontianak dalam membuat beberapa tempat sebagai ruang terbuka hijau. Selain Taman Akcaya, kini pemkot telah membuka kembali Taman Alun Kapuas, dan beberapa waktu lalu juga telah merealisasikan Taman Digulis di Bundaran Untan. Ke tiga tempat itu, bisa dijadikan tempat santai melepas lelah atau untuk berolahraga ringan. “Dengan padatnya aktivitas masyarakat di kota urban, tentu satu kota mesti memiliki satu ruang pelepas penat. Salah satu pilihan adalah taman,” ujarnya.

Taman Digulis kini juga jadi andalan bagi masyarakat Pontianak. Di area itu tidak hanya ada taman, namun fasilitas jogging track turut disediakan. Meskipun tak rutin, Ibrahim (40) warga Pontianak Timur, juga sering berkunjung ke Taman Digulist untuk membawa anak-anaknya. “Saya tidak rutin ke sini, namun jika hari libur sebisa mungkin saya sempatkan datang ke sini bersama keluarga. Itu saya lakukan baru-baru ini. Sebelumnnya saya hanya berolahraga di GOR. Melihat taman baru ini rupanya bisa dijadikan tempat berolahraga juga,” ucap PNS di Pemerintahan Kota Pontianak itu.

Bagi dia, ketika mengunjungi Taman Digulist di waktu pagi dapat memberi ketenangan diri. Terlebih ketika menghirup udara segar pagi, seakan-akan berada di satu kawasan hutan yang belum terkontaminasi. “Itu yang saya rasakan ketika berada di taman. Dan itu dapat menyegarkan pikiran saya. Entah sama atau tidak dengan orang lain, yang jelas ketika berada di taman, saya seperti dapat energi positif dan keesokan hari saya siap kembali memulai rutinitas baru di kota urban ini,” tutupnya.**

Berita Terkait