Taman Kima Pulau Lemukutan

Taman Kima Pulau Lemukutan

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30
PLAKAT: Direktur Jenderal Pengelola Ruang Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi bersama Kadis Kelautan dan Perikanan Kalbar Gatot Rudiyono dan Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon usai membuka tirai plakat Launching Taman Kima Pulau Lemukutan. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG - Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi resmi melaunching Taman Kima di Pulau Lemukutan yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Minggu (31/7).

 
Taman Kima ini diharapkan menjadi satu destinasi wisata perairan di Kalimantan Barat. Kima atau kerang raksasa merupakan spesies yang saat ini ditetapkan menjadi biota yang dilindungi secara penuh berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Untuk itu habitat Kima harus dilindungi.

Taman Kima di Pulau Lemukutan ini dibangun dengan ukuran panjang 100 meter dan lebar 50 meter, yang kurang lebih berisi 150 Kima Sisik, 100 Kima kecil dan 300an Kima lubang. Di dalam area Taman Kima sendiri terdapatr tali tracking untuk memudahkan wisatawan penyelam maupun wisatawan snorkeler.

"Dengan menjaga Kima tetap di habitatnya, masyarakat Pulau Lemukutan mendapatkan manfaat secara ekonomi dengan menjaga kelestarian lingkungan," ungkap Kepala BPSPL Pontianak Getreda Melsina Hehanussa saat memberikan sambutan laporan pertanggungjawaban.

Untuk pengelolaan Taman Kima ini, masyarakat telah membentuk suatu Kelompok Pemeliharaan dan Pengawasan Kima dan Biota laut lainnya. Kemolpok masyarakat ini ditetapkan dan dikukuhkan dengan surat keputusan Kepala Desa Lemukutan.

Launching Taman Kima ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bengkayang, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, SKPD Provinsi Kalbar, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang, UPT lingkup KKP di Kalbar, UPT Direktorat Jenderal   Pengelolaan Ruang Laut, TNI/Polri, perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait.

Kegiatan ini, kata Getreda, diawali dengan pembuatan Taman Kima pada bulan Mei 2016 oleh tim BPSPL Pontianak bekerjasama dengan kelompok masyarakat dibantu oleh tenaga ahli, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemandu wisata oleh kelompok masyarakat pemeliharaan dan pengawasan Kima dan Biota laut lainya dengan peserta sebanyak 30 orang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, di Indonesia baru ada dua Taman Kima, yakni di Bali dan di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang.

Menurut Brahmantya, Taman Kima sangat berpotensi untuk mengembangkan biota laut, dalam hal ini ikan. Sehingga masyarakat setempat bisa memanfaatkan ikan yang ada. Kemudian, potensi lainnya, Taman Kima bisa menjadi sarana wisata menyelam dan snorkling. Letak Kima yang berada dalam kedalaman 6 meter masih memungkinkan untuk dinikmati oleh penyelam pemula.

Dikatakan  Brahmantya, akan ada rencana lanjutan dari pemerintah pusat terhadap pengembangan Pulau Lemukutan. Menurut Brahmantya, harus dipikirkan daya dukung dan daya tampung ini seperti apa dan tak lebih boleh ketinggalan adalah kearifan lokal masyarakatnya. (**)

Berita Terkait