Taman Hijau Sekayok, Bengkayang Tidak Terawat , Malam Jadi Ajang Mesum, Diabaikan Usai Diresmikan

Taman Hijau Sekayok, Bengkayang Tidak Terawat , Malam Jadi Ajang Mesum, Diabaikan Usai Diresmikan

  Sabtu, 30 January 2016 09:44
TAMAN: Kondisi Taman Hijau Sekayok tidak dirawat dengan baik. Foto AIRIN//PONTIANAKPOST

Mendengar kata taman, yang ada di benak kita adalah sebuah tempat yang asri dan selalu mendapatkan kunjungan. Pepohonan tertata, bunga serta pendukung lain yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Airin Fitriansyah, BENGKAYANG

BEDA jauh dengan taman Hijau Sekayok,  di Bengkayang. Keberadaan taman ini hanya menjadi tempat ular berbisa berkeliaran mencari. Ini karena banyak rumput liar yang tumbuh subur di sekitar area taman.Padahal, belum lama taman Hijau Sekayok diresmikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang. Namun, keindahan taman ini sudah berubah menjadi ladang rumput karena tidak dirawat dengan baik. 

"Saya pernah melihat ular berbisa melintas di sekitar Taman Hijau Sekayok. Ini karena kondisi taman yang tidak dirawat," keluh Sumardi, warga Trans Rangkang Kelurahan Sebalo Sumardi, Jumat (29/1) kepada media ini.Dia mengatakan sejak diresmikan 27 April 2015, kondisi Taman Hijau Sekayok tidak tertata baik. Setelah diresmikan keindahan Taman Hijau Sekayok berubah menjadi semak tanaman rumput yang tumbuh subur.

Ia menuturkan keberadaan rumput liar di Taman Hijau Sekayok seharusnya dipotong dan dirapikan. Supaya keindahan tanaman bunga  bisa dijadikan tempat bermain bagi masyarakat."Kalau malam hari Taman Sekayok hanya dijadikan tempat mesum. Karena tidak ada lampu yang menerangi. Begitu juga dengan keamanan di lokasi taman masih lemah," ungkapnya saat berada di Taman Hijau Sekayok, komplek Kantor Bupati Bengkayang.

Warga Trans Rangkang lainnya Julianus (23) menambahkan keberadaan pembangunan Taman Hijau Sekayok seolah-olah hanya dijadikan alat mengeluarkan anggaran negara. Sedangkan keberadaan taman yang disediakan pemerintah daerah tidak pernah dijaga dan dirawat dengan baik."Rumput liar di Taman Hijau Sekayok dibiarkan begitu saja tumbuh dengan subur. Jadi, banyak jenis tanaman bunga yang mati. Begitu juga dengan saluran parit tidak di tata dengan baik," ungkapnya.

Dia menyatakan keindahan taman merupakan bagian dari nilai seni yang dicerminkan oleh pemerintah daerah. Jika kondisi taman tidak dirawat dengan baik. Hal tersebut akan menjadi pembicaraan masyarakat tentang pembangunan daerah di Kabupaten Bengkayang.Ia mengharapkan keindahan Taman Hijau Sekayok bisa ditata dengan baik. Serta jenis tanaman bunga lebih diperbanyak. Apalagi jenis bunga langka, seperti anggrek yang dibudidayakan. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Taman Hijau Sekayok di Komplek Kantor Bupati Bengkayang.

"Kita minta supaya Taman Hijau Sekayok di tata dengan baik. Saluran parit yang ada di taman di kelola dengan baik. Jika ini dilakukan kondisi taman pasti menarik dan menjadi daya tarik bagi pengunjung," tukasnya memperlihatkan saluran parit di Taman Hijau Sekayok yang tidak layak. (*)