Tak Waras, Nyolong Mesin Warga

Tak Waras, Nyolong Mesin Warga

  Kamis, 15 September 2016 09:30
DIAMANKAN: Ud (tengah) saat dimanakan oleh pihak kepolisan usai tertangkap tangan mengambil mesin air milik warga. Lantaran mengalami gangguan jiwa, maka dia tidak diproses secara hukum.

Berita Terkait

TELUK BATANG – Ud, warga Teluk Batang, kerap kali berperilaku aneh dan tidak jarang membuat warga resah. Belum lama ini, lelaki yang disinyalir tidak wars tersebut, nekat mengambil mesin air milik warga, di saat rumah kosong. Aksi itu sendiri dilakukan dia saat pemilik rumah sedang melaksanakan salat Iduladha, Senin (12/9) lalu.

 
Ud kemudian diamankan pihak kepolisian, demi menghindari amukan warga. Camat Teluk Batang, Lilik Hariadi, saat dihubungi, mengatakan jika berdasarkan informasi yang diperolehnya, Ud merupakan salah satu warga di kecamatan yang dipimpinnya. Dulu, menurut dia, yang bersangkutan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Singkawang. 

"Informasinya begitu. Ud pernah dirawat di Singkawang. Yang katanya mengalami gangguan jiwa. Dan jika memang kali ini kembali kambuh, maka akan kita tangani, dengan berkoordinasi bersama pihak terkait," terang mantan Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)  Kabupaten Kayong Utara tersebut.

Terpisah, kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Teluk Batang, Iptu Aris Pramudji Widodo, membenarkan jika Ud telah diamankan untuk menghindari amukan warga. Saat ditanya mengenai riwayat Ud, informasi yang berkembang kepadanya jika beberapa tahun yang lalu yang bersangkutan pernah menjalani perawatan di RSJ.

"Untuk sementara kita amankan di Polsek. Dan kita masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga Ud guna penanganan lebih lanjut. Selain itu bersama pihak Desa, Kecamatan, dan Dinas Sosial. Bahkan tidak menutup kemugkinan akan kembali menjalani perawatan di RSJ Singkawang," sambungnya.

Sementara, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Kayong Utara, M Sunardi, saat dimintai tanggapannya mengenai Ud, mengungkapkan jika yang bersangkutan dapat kembali dirawat di RSJ. 

"Kalau memang dia (Ud, Red) pernah dirawat di Singkawang dan saat ini kembali kambuh, dapat kembali menjalani perawatan. Tetapi persyaratannya harus sama dengan yang ada. Seperti BPJS, surat keterangan dari dokter, kemudian pengantar dari desa (yang) menyatakan dia benar-benar tidak mampu dan akan kita tindak lanjuti," janji Sunardi, Rabu (14/9) siang di Sukadana.

Ia menuturkan mengenai hal ini, jika benar kalau jelas sangat meresahkan warga atas ulahnya, maka akan segera ditindaklanjuti untuk kembali menjalani perawatan. (dan)

 

Berita Terkait