Tak Terpakai, Kerap jadi Tempat Mesum

Tak Terpakai, Kerap jadi Tempat Mesum

  Senin, 8 Agustus 2016 09:34
MUBAZIR: Puluhan unit rumah khusus yang dibangun Kemenpera-PU dibiarkan terlantar di Desa Sempadan, Kecamatan Batang Lupar. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

LANJAK – Proyek pembangunan rumah untuk pegawai negeri sipil (PNS) di kawasan perbatasan oleh Kemenpera-PU tahun 2012 di Desa Sepandan, Kecamatan Batang Lupar, disayangkan oleh banyak kalangan. Apalagi saat ini kondisi bangunan mengalami kerusakan, mulai dari kaca jendela banyak yang sudah pecah, tiang mulai rapuh, dan sebagian dek juga sudah terlepas.

 
Tidak hanya itu, proyek Pemerintah Pusat yang dialokasikan ke daerah perbatasan negera, dengan nilai puluhan miliar ini dipenuhi rumput liar, sehingga untuk menuju kerumah  tersebut kesulitan. Lebih miris lagi, puluhan rumah yang dibiarkan tak terawat itu, sering digunakan tempat mesum dan dianggap seperti rumah hantu oleh warga sekitarnya, karena menyeramkan jika dilihat dari kejauhan.

Menurut Jafar, salah seorang tukang bangunan yang pernah ikut mengerjakan proyek Kemenpera, rumah tersebut dibangun pada 2012 sebanyak 50 unit.  Dia mengaku, untuk menyelesaikan bangunan tersebut, bersama tukang bangunan lainnya hanya bekerja tujuh bulan saja. Karena, menurut dia, pada waktu itu kontraktor proyek kabur. “Kami bekerja tujuah bulan saja,” paparnya, Minggu (7/8).

Lebih lanjut warga Desa Lanjak Deras ini mengungkapkan, kondisi rumah proyek Kemenpera PU itu sudah sangat memprihatinkan, karena banyak bagian yang rusak. "Kaca banyak pecah dan deknya ada yang jebol. Berapa banyak uang negara habis untuk rumah itu," ujarnya.

Jafar menyebutkan, rumah itu jauh dari pemukiman warga di Desa Sempadan, sehingga rawan dijadikan sebagai tempat mesum. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan ini menyarankan agar lebih baik rumah tersebut diberikan kepada warga kurang mampu di Lanjak. "Kalau tidak ditempati, lebih bermanfaat diberikan pada kami saja," ungkapnya.

Senada dengan Jafar, warga lainya, Abdul Salim, berharap agar Pemerintah Pusat bisa segera memfungsikan rumah tersebut, sebelum terjadi kerusakan yang sangat parah lagi. Salim menyayangkan sikap Pemerintah Pusat yang tidak segera menyerahkan aset negera itu kepada pemerintah di daerah untuk difungsikan. Apakah, menurut dia, untuk PNS atau masyarakat kurang mampu di sekitar kompleks. "Biar tidak rusak, mestinya segera difungsikan," katanya.

Dia menegaskan, jika pemerintah tidak juga memfungsikan rumah tersebut, masyarakat siap menempati dan merawatnya.

Sementara itu, Camat Batang Lupar, Gunawan, mengungkapkan jika rumah khusus dari Kemenpera di Kecamatan Batang Lupar di Desa Sepandan tersebut terdiri dari 50 unit. "Kondisinya sudah tak terurus, banyak rumput liar disekeliling rumah itu," katanya.

Menurutnya, jika rumah itu dibiarkan terlantar, akan memperparah kerusakan yang ada saat ini.Untuk itu pihak Kemenpera-PU, diharapkan dia agar segera mengeluarkan kebijakannya.

Gunawan berharap rumah khusus PNS tersebut mesti dijelaskan statusnya, supaya bisa difungsikan untuk pegawai, seperti guru yang belum memiliki rumah. Karena di Kecamatan Batang Lupar, diakui dia, banyak pegawai yang tidak punya rumah dinas. “Saya berharap ada serah terima dari pusat ke daerah terkait bagaimana sistem pengelolaan rumah tersebut agar bisa dipergunakan dengan baik," tuturnya.(aan)

Berita Terkait