Tak Siap, Jangan Paksakan UNBK

Tak Siap, Jangan Paksakan UNBK

  Rabu, 6 April 2016 10:14
TINJAU: Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH., meninjau sekolah di Kabupaten Landak yang sedang menyelenggarakan Ujian Nasional., Selasa (5/4). NASIR/HUMASPROV

Berita Terkait

LANDAK- Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH pada hari kedua Ujian Nasional (Unas) SMA, meninjau SMA di Kabupaten Landak. Dua sekolah dikunjungi orang nomor satu di Kalbar itu, Selasa (5/4). Masing-masing, SMAN 1 Ngabang, SMKN 1 Ngabang dan SMAN 1 Sengah Temila. Gubernur diterima kepala sekolah masing-masing.

Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, SPd, Bupati Landak Dr. Adrianus Asia Sidot, Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi, SE, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Dr. Alexius Akim, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Aspansius.Yang sebelum Gubernur pada hari pertama Unas meninjau serta mengecek secara langusung Unas di SMA I Pontianak dan SMK.Imanuel Pontianak.  

Menurut Cornelis, dirinya ingin melihat langsung bagaimana pelaksanaan Unas yang sekarang sudah banyak sekolah yang berbasis komputer, sehingga apakah terpenuhi secara teknologi. Cornelis, di SMKN1 Ngabang menemukan pelaksanaan Unas berbasis komputer  yang fasilitas komputernya kurang, dirinya mengimbau kalau memang belum siap jangan dipaksakan, sehingga secara perlahan dilengkapi.

"Ini komputer kurang, lalu pelaksanaan UNBK berbagi shift, belum lagi jaringan lemot, listrik sering mati," ujar mantan Bupati Landak itu.

Namun pada intinya kata Cornelis, pelaksanaan Unas di Landak lancar, tepat waktu, begitu juga pendistribusian soal dan pengamanan sudah baik, tidak ada praktek perjokian, tidak ada yang Unas di Lapas.

"Hanya saja sarana dan prasarana akan kita usahakan ke depan secara maksimal," tutur Cornelis. Sehari sebelumnya, Cornelis menginstruksikan kalau ditemukan praktek perjokian dalam Unas, supaya ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, untuk menghindari hal tersebut, dirinya meminta siswa peserta Unas agar percaya dengan kemampuan diri masing-masing. Diakui Cornelis, ini betuk tanggung jawab moral dalam pelaksanaan Unas di Kalimantan Barat, sehngga perlu dilakukan sera pengecekan seara langsung kegiatan Unas, agar betul betul berjalan lancar, “paparnya.         

Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit, SPd., mengakui kalau sekolahnya dalam pelaksanaan UNBK kekurangan komputer, sehingga harus pinjam pakai dengan siswa, "Komputer kurang, peserta UNBK 283, memenuhi syarat kalau 1/3 dari jumlah peserta. Itu terpaksa kita pinjam pakai dengan anak-anak (siswa)," ujar Dominikus Dasit. Gubernur Kalimantan Barat, selain meninjau Unas, juga memastikan apakah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah sampai ke sekolah bersangkutan tepat waktu. Kemudian anggaran Unas apakah sudah turun, sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan. (humasprov)

Berita Terkait