Tak Pelit Ilmu, Hobi jadi Pekerjaan

Tak Pelit Ilmu, Hobi jadi Pekerjaan

  Jumat, 29 July 2016 10:21
KENANGAN: Coach Abun mengantarkan SMA Santu Petrus kembali menjadi juara kategori putra Honda DBL West Kalimantan Series 2016, 24 Mei lalu. HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

“Asal ada orang yang lebih mementingkan basket daripada pekerjaannya itu namanya gila. Asal kalian tahu, saya sudah gila,” Coach Abun.

------------

DUNIA olahraga basket di kota Pontianak berduka, setelah ditinggal sosok penting dalam dunia basket bernama Hendry Bonardi atau yang kerap dipanggil Coach Abun. Coach Abun dinilai memiliki andil besar dalam dunia olah raga basket di kota Khatulistiwa dengan cintanya terhadap olahraga ini sehingga dia dapat mendobrak anak-anak muda untuk mencintai basket karena prestasi prestisius yang sudah diraihnya.

Seperti yang terlontar oleh sahabatnya, Doni, yang sekarang merupakan pelatih basket SMAN 1 Pontianak kepada Pontianak Post. Doni mengatakan, Abun merupakan sosok penting yang menggenjot ketenaran nama olahraga basket di kota Pontianak maupun di Kalimantan Barat.

“Beliau adalah pelatih, sahabat, partner, tempat untuk berbagi ilmu, mentor, sekaligus menjadi musuh saya dalam konteks sebagai pelatih dari tim yang berbeda. Kami memiliki kedekatan yang sangat teramat dekat, saya bisa menjadi seperti ini berkat banyak belajar dari beliau,” ungkap Big Don, panggilan karib Doni.

Doni sedikit menceritakan kisah perjalanan dan prestasi yang diraih Coach Abun terhadap olahraga basket di Pontianak. Dijelaskannya, dia mengenal Abun semenjak dia menduduki bangku SMA sekitar tahun 2000 lalu. Dan kala itu, lanjut Big Don, Coach Abun sudah menjadi basket disalah satu tim.

“Saya baru terjun ke olahraga basket Coach Abun sudah menjadi pelatih. Jadi tentu pengalaman beliau sangat jauh lebih luas dari saya mengenai ini, untungnya beliau tidak pelit ilmu, asal kita mau nanya pasti dia bagi ilmu itu,” pungkasnya.

Doni menuturkan, karena dia memiliki kedekatan yang kuat kepada mendiang Abun, dia sedikit mengetahui kisah Abun terjun ke hobinya bermain basket. “beliau sangat hobi dengan basket sejak masih SMA, berkat cintanya kepada hobi bermain basket ini beliau menjadikan hobinya menjadi pekerjaan,” tuturnya, menceritakan mendiang Abun setahunya.

Meski Big Don tidak pernah menjadi anak didik Coach Abun, Doni menilai Abun memiliki kualitas dan kapasitas yang sangat besar sebagai pelatih. “Beliau yang menjadikan SMA St Petrus sebagai raja basket di Pontianak. Petrus Cup juga dia penggagasnya, serta beliau gencar mencari dan menciptakan bibit muda pemain basket di Pontianak,” jelas Big Don saat ditemui Pontianak Post.

Disebutkannya, Abun memiliki prestasi prestisuis yang belum tentu dapat diraih semua orang. Lanjut Big Don, Abun pernah memecahkan rekor sebagai pelatih pertama yang membawa basket Kalbar lolos ke Pekan Olahraga Nasional 2012 silam.

Selain itu, Abun juga disebutkan Big Don pernah berangkat keluar negeri atas terpilih menjadi pelatih All Star dari DBL 2008 dan 2010. “2008 beliau ke Australia dan 2010 beliau ke Amerika. Itu membuktikan bahwa beliau punya kemampuan yang hebat dalam melatih sebuah tim basket. Saya rasa sangat susah mencari pelatih seperti beliau nanti,” katanya.

Doni menilai, Coach Abun memiliki karakter yang sangat baik dan komitmen yang kuat terhadap kecintaannya terhadap basket. “orangnya sangat detail, saya yakin semua bagian olahraga basket diketahuinya. Dia juga tegas dan disiplin saat melatih anak didiknya. Tapi diluar itu beliau dapat menjadi teman bahkan sahabat, ya menurut saya itu wujuk profesionalisme beliau,” katanya.

Untuk turnamen basket ternama di Indonesia, Develompental Basket League (DBL), Doni mengatakan Coach Abun sangat berkontribusi besar dalam urnamen ini. “DBL pertama kali masuk Kalbar itu di tahun 2008. Berkat beliaulah orang jadi mengenal turnamen ini, beliau bagaikan pembuka jalan DBL menyedot bibit pebasket muda di sini,” imbuhnya.

Wakil Kepala Sekolah SMA St Petrus Pontianak Nuri Simarona turut angkat bicara lantaran Coach Abun adalah salah satu guru di sekolah ini sekaligus mengasuh anak didiknya dalam bidang olahraga basket. “Beliau masuk menjadi guru honoren awalnya kira-kira pada tahun 2003. Beliau adalah guru pelajaran Matematika, tapi karena beliau memiliki kemampuan dalam olahraga basket kami jadikan beliau sebagai pelatih ekstrakulikuler basket,” terangnya.

Terontar dari bibir Nuri, mendiang Coach Abun sudah sangat mengharumkan nama SmA St Petrus Pontianak melalui puluhan gelar yang diraih anak didiknya melalui basket. “kalau piagam dan gelar juara saya sudah tak dapat menghitungnya. Kami siapkan lemari khusus untuk menyimpan tropi atau piagam tersebut dan tetap saja tak dapat menampung banyaknya perolehan yang diraih Coach Abun melalui basket,” tutur Wakil Kepala Sekolah SMA St Petrus.

“Pak Bun sudah berikan yang terbaik. Beliau sangat tanggungjawab dan berkomitmen. Sehingga kami (SMA St Petrus) memiliki tim basket yang sangat disegani di Pontianak. Pak Abun itu adalah tiga per empat dari kami, bukan lagi setengah.” Lanjut Nuri.

Keseharian Coach Abun dikatakan Nuri sangat baik dan ramah kepada seluruh siswa siswi SMA St Petrus. “beliau sangat mudah berbagi senyum untuk semua siswa. Tapi kalau sudah berada di lapangan basket dia seakan melupakan semua hal pribadinya, basket seakan sudah mengalir dalam darahnya,” pungkas Nuri.

Nuri menuturkan, pihaknya sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Coach Abun. “Kami sangat kehilangan sosok Abun, semua yang sudah diberikannya akan selalu kami kenang. Terimakasih sudah berkontribusi dalam olahraga basket di sekolah,” katanya.

Nuri menambahkan, berkat kecintaannya pada olahraga basket khususnya diruang lingkup sekolah, Coach Abun sudah mempersiapkan pelatih baru kepercayaannya untuk menggantikan posisinya karena dia menilai dirinya sudah berusia lanjut dan memiliki gangguan kesehatan.

“Dia sudah siapkan pelatih penggantinya, tapi satu malam sebelum dia meninggal dia masih saja melatih tim basket SMA St Petrus,” tambahnya.

Doni menambahkan, dia yang sehari-hari kerap bersama Mendiang Abun berbincang dan berbagi ilmu di warung kopi menyampaikan salah satu kalimat yang pernah terlontar dari Coach Abun padanya. “Dulu beliau pernah berkata, Asal ada orang yang lebih mementingkan basket daripada pekerjaannya itu namanya gila. Asal kalian tahu, saya sudah gila,” papar Doni menyampaikan kata mendiang Abun.

Doni berharap, untuk seluruh pemain basket yang pernah merasakan dilatih Coach Abun agar dapat mempergunakan ilmu tersebut untuk basket Indonesia sekaligus menghargai mendiang Abun. “Saya yakin apa yang ada dipikiran beliau tidak berakhir disini. Akan ada anak didiknya yang akan melanjutkan amanah beliau,’ ungkapnya.

“Saya sangat merasa kehilangan sosok Coach Abun,dia yang tidak pernah sombong kepada siapapun  sudah memotivasi kami. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya,” tutup Doni.  (pah)

Berita Terkait