Tak Ingin Selalu Jadi Pencundang

Tak Ingin Selalu Jadi Pencundang

  Sabtu, 24 September 2016 09:47

Berita Terkait

LONDON – Arsene Wenger selalu berjodoh dengan Chelsea pada laga-laga historisnya. Ketika mencatatkan milestone 500 dan 1000 pertandingannya bersama Arsenal, Wenger juga dihadapkan dengan klub yang berjuluk The Blues itu. Dan hasilnya, Wenger selalu menjadi pecundang.

 
            Tumbang 0-1 pada laga ke-500. Digilas Chelsea 0-6 pada laga ke-1000-nya. Nah, bagaimana dengan laga pertamanya setelah resmi dua dekade menduduki kursi nahkoda The Gunners – julukan Arsenal – malam nanti WIB? Kebetulan, yang dihadapinya pada laga tersebut lagi-lagi Chelsea!

            Dua dekade Wenger jatuh pada tanggal 22 September dua hari yang lalu. Tanggal itu adalah tanggal di mana pria berkebangsaan Prancis tersebut diperkenalkan ke publik London menggantikan Bruce Rioch yang dipecat pada Agustus 1996. Laga pertamanya bersama Arsenal baru dijalani 1 Oktober 1996.

            ''Apakah mereka (fans Arsenal) datang ke laga pertama saya bersama ayah atau kakeknya? Lalu, mereka takut kalau saya akan mengecewakannya. Mereka keluarga saya, dan saya tidak akan mengecewakan mereka. Termasuk di dalam laga nanti,'' ucap Wenger dalam sebuah wawancara dengan Mirror.

            Termasuk dengan laga malam nanti, Monsieur Wenger sudah menjalani 1128 laga di semua ajang. Sebelumnya, Wenger sudah mencatatkan persentase menang di angka 57,2. Bersama Wenger, Arsenal pun konsisten bersaing di posisi top four klasemen akhir Premier League. ''Saya sudah mencoba keras mempertahankan itu semua,'' lanjutnya.

            Demi membalas kesetiaan fans yang menemaninya selama dua dekade terakhir ini maka tidak ada kata lain malam nanti selain memutus rangkaian kesialan saat menantang klub dari London Barat itu. Bahkan, tuah Emirates pun seakan tidak ada dampaknya saat Chelsea yang datang.

            Faktanya, Wenger selalu kehilangan akal untuk mengalahkan Chelsea di Emirates, sejak 26 Desember 2010 silam. Dari enam kali derby London di Emirates, mentok hanya tiga kali Arsenal menahan imbang Chelsea. Sedangkan, tiga laga sisanya menempatkan Wenger sebagai pecundang. Termasuk pertemuan musim lalu. Arsenal tumbang 0-1.

            Laju unbeaten Arsenal sejak kekalahan 3-4 atas Liverpool dalam laga pertamanya di Premier League (14/8) jadi modal Wenger. Sejak kekalahan itu, Arsenal menang enam kali dan dua kali imbang di segala ajang. Arsenal pun mampu mencatatkan 2,8 gol setiap laganya.

            Bedanya, dalam laga nanti Arsenal kemungkinan besar tidak diperkuat oleh Aaron Ramsey. Lalu, Arsenal menanti kondisi terkini Olivier Giroud yang mengalami cedera di jempol kakinya saat laga Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG), pada 14 September lalu.

            ''Hari ini (kemarin) dia (Giroud) menjalani tes. Dia bisa dimainkan, sebagai starter atau pengganti. Selain itu, tidak ada lagi yang cedera,'' ungkap Wenger dalam konferensi persnya di London Colney, tadi malam WIB.Kemungkinan besar, Giroud dimainkan dari bench.

            Dengan kemungkinan seperti itu, maka Wenger bisa memasang Alexis Sanchez di posisi nomor sembilan. Untuk mengisi posisi Sanchez di sayap kiri, Alex Iwobi menjadi solusi setelah di musim ini menyumbangkan dua assist. Yang menjadi pertanyaan, siapa pemain yang memainkan peran poros ganda?

            Setelah melihat performanya dalam dua laga terakhir menghadapi Hull City (17/9) dan Nottingham Forest (21/9), Granit Xhaka bisa dipasang sebagai starter. Analisis Pain In The Arsenal, kontribusi Xhaka dalam menyerang bisa jadi penyeimbang dengan Santi Cazorla yang lebih bagus dalam bertahan.

            Selain itu, gelandang berkebangsaan Swiss itu juga sudah menunjukkan dia punya senjata mematikan bagi Chelsea. Melihat dari gol-gol yang menjebol gawang Chelsea di beberapa laga terakhir, bola-bola tembakan jarak jauh kerap menjadi kelemahan Thibaut Courtois. Dan, di balik dua gol Xhaka, tembakan dari jarak jauh selalu jadi senjatanya.(ren)

           

Berita Terkait