Tak Hilangkan Tradisi Lama

Tak Hilangkan Tradisi Lama

  Kamis, 4 February 2016 09:41
SAMBUT IMLEK : Seorang warga sedang menyusun lampion yang akan dipasang untuk menyambut Imlek. Tak sedikit sejumlah rumah, jalan, dan yayasan mulai dihiasi dengan lampion. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Penanggalan Tahun Baru Tionghoa atau Imlek, yang akan memasuki tahun 2567 pada tanggal 8 Februari 2016 punya arti bagi Suyanto Tanjung. Anggota DPRD Kalbar sekaligus Ketua Hanura Kalbar ini menganggapnya, sebagai tahun bahagia karena berkumpul kembali bersama keluarga dan konstituen.

“Memang ada beragam kebiasaaan dalam Imlek. Imlek sebagai hari raya yang telah lama dirayakan masyarakat sekaligus hari raya paling penting diantara hari-hari raya lainnya dalam Tradisi Tionghoa,” ujarnya, Rabu (3/2).Menurut dia memang masih ada beberapa kebiasaan atau tradisi lama yang dilakukan menyambut atau merayakan Imlek. Seperti tradisi membersihkan rumah dari debu (Shau Chen). Dalam tradisi, bulan 12 tanggal 24 menurut penanggalan Imlek merupakan hari membersihkan rumah dari debu-debu dan memperbaharui perabot rumah tangga rusak atau mengecat ulang rumah. Tujuannya supaya tampak lebih segar dan bersih saja.

Membersihkan rumah bagi yang akan merayakan Imlek, lanjutnya, punya arti luas yakni membersihkan segala ketidakberuntungan dan nasib buruk dari rumah. Tradisi tersebut menandakan keinginan dan doa masyarakat tionghoa untuk meninggalkan hal-hal buruk di masa lama dan menyambut kedatangan masa depan lebih baik.

“Sering kali memang setiap keluarga melakukan pembersihan lingkungan, membersihkan dan memperbaiki peralatan dan perlengkapan rumah, mengecat rumah, menghilangkan sarang laba-laba, mencuci gorden dan lain sebagai,” ungkap dia.Tradisi lain yang masih terpelihara yakni menempelkan puisi Tahun Baru Imlek (Chun Lian). Biasanya Chun Lian merupakan sepasang kalimat berbentuk puisi yang ditempelkan samping kiri dan kanan pintu, tiang, jendela atau dinding. Kalimat-kalimat dalam Chun Lian merupakan kalimat penuh harapan dan hikmat. Biasanya juga kertas yang dipakai untuk menuliskan Chun Lian berwarna merah dengan tulisan warna emas maupun hitam di atasnya.

Ada juga tradisi mengantungkan gambar atau lukisan bertemakan tahun baru Imlek alias Lukisan Tahun Baru (Nian Hua). Menggantungkan Gambar maupun lukisan bertema tahun baru Imlek dan juga keberuntungan. Biasanya gambar lukisan sering dijumpai seperti Gambar Dewa Rezeki.

Dia menjelaskan kegiatan tidak kalah dari penting dari Imlek yakni saling mengunjungi (Pai Nian).  Imlek hari berbahagia dimana setiap orang akan bangun pagi dan memakai pakaian baru. Kemudian berkunjung ke rumah-rumah saudara, teman dan mengucapkan kata-kata penuh harapan.“Dalam kegiatan Pai Nian, biasanya generasi lebih muda melakukan kunjungan ke keluarga ataupun saudara-saudara lebih tua untuk memberikan hormat,” ucapnya.

Tradisi lainnya yakni, makan bersama keluarga (Tuan Yuan Fan). Biasanya Malam tahun baru Imlek merupakan malam berkumpul semua anggota keluarga. Jika ada anggota keluarga bekerja dan memiliki kesibukan lainnya di daerah lain biasanya akan pulang ke rumah untuk berkumpul bersama keluarganya. Biasanya, Rumah dimana orang tuanya tinggal  merupakan tempat berkumpul. “Pada malam itu juga, semua anggota keluarga makan bersama dan saling bercerita atau mengobral santai menyambut datangnya Tahun Baru Imlek yang penuh harapan. Saya juga akan berkumpul bersama keluarga dan konstituen saya,” ucapnya.(den)

Berita Terkait